Menu

Saksi Ahli Sebut Ada Kejanggalan Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Sekarjalak

  Dibaca : 38 kali
Saksi Ahli Sebut Ada Kejanggalan Kasus Dugaan Penganiayaan Warga Sekarjalak
Suasana sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan di Pengadilan Negeri Pati, Selasa (31/7). (Istimewa)

Direktoripati.com  Saksi ahli hukum pidana dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr Alfitra dihadirkan dalam sidang lanjutan dugaan penganiayaan yang dilakukan Sri Kunaryati, warga Sekarjalak, Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (31/7).

Dr Alfitra menyebut ada kejanggalan dan upaya kriminalisasi terhadap Sri Kunaryati. Pasalnya, pernyataan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Selain itu, ada upaya dari pihak pelapor yang mendesak pihak kepolisian untuk melakukan visum. Padahal, menurut dia, visum harus dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang tercantum dalam KUHAP dan dilakukan berdasarkan kepentingan kepolisian.

“Dalam KUHAP disebutkan, sistematikanya adalah dari laporan kepada kepolisian. Baru dari polisi dibuat surat tertulis kepada pihak kedokteran. Jadi atas dasar permintaan kepolisian. Pengacara atau tersangka langsung ke sana tidak boleh,” ujar Dr Alfitra.

Sementara dalam kasus ini, lanjut Dr Alfitra, diduga ada unsur pemaksaan agar pelapor bisa divisum. Hal itu yang menurutnya sudah tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan KUHAP.

Sementara itu, pengacara terdakwa, Dio Hermansyah menambahkan, saksi ahli yang dihadirkan dari Jakarta tersebut melihat adanya keterangan yang berubah-ubah terkait adanya saksi palsu dan kesaksian para saksi ada yang direkayasa.

Kejanggalan visum
Dio juga berpendapat, dirinya menyangsikan hasil visum. Jika dalam visum ada luka berat, setidaknya menurut Dio harus ada gambaran foto.

“Pihak kepolisian setidaknya bisa menghadirkan (foto) adanya luka memar atau luka apa. Dari persidangan ini tadi tidak ada, sehingga kami menyangsikan adanya bukti-bukti yang dihadirkan jaksa penuntut umum,” kata Dio.

Kemudian dari alat bukti lainnya, tambah Dio, antara baju yang dihadirkan sebagai alat bukti, keterangannya juga berbeda.

Karena itu, pihaknya meminta kepada majelis hakim agar terdakwa dilepaskan. Sebab, dari kesaksian pelapor tidak ada yang sama dan tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP). (*/gus)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional