Menu

Dokter RSI Pati Diancam Dipolisikan Terkait Visum Tanpa Bukti Otentik

  Dibaca : 23 kali
Dokter RSI Pati Diancam Dipolisikan Terkait Visum Tanpa Bukti Otentik
Dio Hermansyah, kuasa hukum terdakwa mengancam akan melaporkan dokter yang melakukan visum tanpa bukti otentik ke Polda Jawa Tengah. (Istimewa)

Direktoripati.com – Kasus dugaan penganiayaan dengan terdakwa Sri Kunaryati, warga Desa Sekarjalak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berbuntut panjang.

Pasalnya, kuasa hukum Kunaryati, Dio Hermansyah mengancam akan melaporkan dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Pati yang melakukan visum tanpa disertai bukti otentik kepada pihak kepolisian.

Bukti otentik yang dimaksud Dio, salah satunya foto. Sebab dalam beberapa persidangan, jaksa penuntut umum tidak bisa menghadirkan bukti berupa foto.

“Kalau hasil visum menyebutkan ada benjolan sebesar bola pingpong pada korban, mana bukti otentiknya? Mana fotonya?” ujar Dio seusai mendampingi terdakwa dalam sidang pembacaan tuntutan, Selasa (7/8).

Karena itu, Dio berencana akan melaporkan dokter yang melakukan visum kepada Polda Jawa Tengah. Dio sendiri mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak berwenang di Polda Jateng dan Mabes Polri.

“Tolong catat besar-besar itu, dokter rumah sakit akan saya laporkan terkait masalah hasil visum yang dibuat tanpa didasari bukti otentik,” kata Dio.

Dalam sidang tuntutan kemarin, terdakwa dituntut tiga bulan penjara. Namun demikian, Dio akan mempertahankan argumennya bahwa terdakwa tidak bersalah.

Menurut Dio, kasus tersebut bukan masalah ringan tidaknya tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum.

“Bukan (masalah ringan). Kita mencarinya sebuah keadilan. Jangan sampai ada keadilan yang seharusnya tidak melakukan, dibuat melakukan,” imbuhnya.

Terkait kapan pelaporan dokter kepada polisi itu dilakukan, Dio menunggu salinan putusan dari majelis hakim.

“Begitu salinan putusan dari majelis hakim sudah diterima, saya akan melaporkan dokter yang membuat visum ke Polda Jateng,” ucap dia.

Kasus yang menimpa Sri Kunaryati berawal dari adanya cekcok dengan tetangga. Sri dilaporkan kepada polisi melakukan penganiayaan dengan bukti, salah satunya visum dari dokter di RSI Pati.

Namun, pihak keluarga tidak percaya jika Sri melakukan hal tersebut. Karena itu, Sukma Eka, anak sulung Sri yang masih menempuh studi di salah satu universitas di Jakarta akan terus memperjuangkan keadilan ibunya.

Bahkan, pada sidang sebelumnya, Sukma Eka menghadirkan saksi ahli hukum pidana dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta. (gus/*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional