Menu

Ratu Kidul Ternyata Seorang Putri dari Pati, Ini Penjelasannya

  Dibaca : 213 kali
Ratu Kidul Ternyata Seorang Putri dari Pati, Ini Penjelasannya
Makam Nyi Ageng Ngerang yang terletak di Dukuh Ngerang, Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Direktoripati.com)
Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul


RATU Laut Kidul yang dalam dunia mitologi dan spiritualis Jawa dikenal sebagai penguasa samudera selatan ternyata seorang putri dari Kadipaten Pati, Jawa Tengah.

Penjelasan itu dikemukakan seorang pemerhati sejarah dari Pati, Sugiyono. Analisa ini mungkin terkesan tidak masuk akal dan mengada-ada, tapi dari perspektif sejarah sangat logis.

Lalu, siapa putri dari Pati yang disebut-sebut sebagai Ratu Kidul? Dia adalah Waskita Jawi, putri Ki Ageng Penjawi.

Ki Ageng Penjawi adalah tokoh sentral Kadipaten Pati yang eksis sekitar abad ke-16 atau tahun 1500 an.

Dia dikenal sebagai Andum Jawi dengan nama asli Usman Nurul Yaqien, penguasa Pati yang mewarisi trah Ngerang, keturunan Nyai Ageng Ngerang (makamnya di Desa Tambakromo), juga masih ada darah dari Majapahit.

Penjawi memiliki dua anak, Waskita Jawi dan Wasis Kusumo (dikenal Wasis Jayakusuma). Waskita Jawi diperistri oleh Raden Sutowijoyo bergelar Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram (sekarang Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Surakarta).

Saat Mataram ingin melakukan ekspansi perluasan wilayah, Madiun (Jawa Timur) akan ditaklukkan. Lantaran pasukan Mataram masih lemah, pasukan dari Kadipaten Pati yang berangkat dan berhasil menaklukkan Madiun.

Peristiwa ini terjadi saat Pati dan Mataram belum terlibat perang saudara. Kekalahan Madiun membuat Rano Kadiri sebagai putri boyong dari Kediri dan Sutowijoyo menjadikannya sebagai permaisuri.

Akibatnya, posisi Waskita Jawi yang semula menjadi permaisuri digeser. Putri dari Kadipaten Pati itu lengser dari posisi permaisuri.

“Sesudahnya, Waskito Jawi menyendiri menempati keraton kulon, tapi entah kenapa orang Jogja mengatakan keraton kidul. Mungkin penyebabnya bingung arah,” kata Sugiyono kepada direktoripati.com, Minggu (20/8).

Apa yang dilakukan Waskita Jawi di keraton kidul? Dia menjalani hidup dengan tawajuh, mendekatkan diri kepada-Nya.

Dia menjalani laku bersih dan religius sehingga memiliki karomah seperti waliyullah. Berita karomah Waskito Jawi menyebar di kalangan keraton dan rakyat.

“Saya tidak heran kalau putri Andum Jawi itu memiliki karomah seperti wali, karena memang leluhurnya seperti itu. Wajar karena dia cucu Ngerang,” tuturnya.

Setelah berita karomah Waskita Jawi menyebar, muncul istilah “Kanjeng Ratu Kidul”.

Namun, seiring berjalannya waktu, istilah itu semakin bias dan rakyat mendistorsi menjadi ratu kidul sebagai penguasa bangsa jin yang menguasai samudera selatan.

“Terlebih, setelah beredarnya lukisan karya Basuki Abdullah,” tambahnya. (*)

KOMENTAR

7 Komentar

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional