Sarung Doreng ala TNI Warnai Kirab Hari Santri di Pati

Sarung Doreng ala TNI Warnai Kirab Hari Santri di Pati

Direktoripati.com – Ada yang unik dan menarik dari peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (22/10).

Selain kirab Hari Santri diikuti warga lintas agama, sejumlah pejabat dan tokoh agama mengenakan sarung doreng ala TNI.

Salah satunya, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma, dan Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan.

Ketiganya bersama tokoh agama lain terlihat mengenakan sarung doreng ala TNI dan berjalan kaki di Jalan Panglima Sudirman Pati.

Letkol Inf Andri mengatakan, sarung menjadi simbol santri, sedangkan doreng mencerminkan pakaian kebesaran TNI yang siap mempertahankan NKRI.

Artinya, sarung doreng yang dipakai dalam kirab santri memberikan makna bahwa santri juga ikut memperjuangkan NKRI.

Hal senada disampaikan Arifin. Menurut dia, sarung doreng punya filosofi yang mendalam.

"Dulu, santri juga ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Begitu juga saat ini, santri punya kontribusi dalam mempertahankan kedaulatan NKRI," ujar Arifin.

Peringatan Hari Santri di Pati berlangsung sangat meriah. Sedikitnya ada 5.000 peserta yang terlibat dalam kirab.

Mereka terdiri dari masyarakat lintas elemen, mulai dari santri, pejabat, aparat kepolisian, TNI, Gusdurian, hingga umat nonMuslim.

Ketua Panitia, Jamal Makmur menuturkan, keterlibatan semua elemen masyarakat dalam peringatan Hari Santri mencerminkan kerukunan di Pati tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Kirab semakin meriah saat para santri mendengungkan lagu "hubbul wathon minal iman" diiringi marching band.

Barongsai dari Kelenteng Hok Tik Bio juga menyemarakkan suasana kirab yang memberikan kesan kolaborasi tradisi dan budaya dalam bingkai persatuan. (*)

0 Response to "Sarung Doreng ala TNI Warnai Kirab Hari Santri di Pati"

Post a Comment