Kyai Budi Harjono Ajak Cinta Tanah Air di Kebonturi Bersholawat

Tari Sufi Kyai Budi Harjono

Direktoripati.com – Kyai Budi Harjono mengajak kepada ribuan jamaah untuk cinta tanah air. Ajakan itu dilontarkan dalam Kebonturi Bersholawat yang digelar di depan Balai Desa Kebonturi, Kecamatan Jaken, Pati, Jawa Tengah, Senin (5/6).

Di tengah isu perpecahan, Kyai Budi meminta kepada jamaah untuk memaknai caping, penutup kepala warisan leluhur Nusantara yang biasa digunakan untuk menghindari terik matahari di sawah.

Caping berbentuk kerucut, kerap dipakai petani atau pekerja bangunan. Caping beralas lebar, kemudian mengerucut ke atas.

Filosofinya, caping dengan alas lebar memiliki makna berbeda-beda, tetapi semuanya mengerucut menuju satu titik yang disebut Bhinneka Tunggal Ika.

Cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Karenanya, dia mengajak kepada semua orang untuk mencintai tanah air.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Islah, Tembalang, Kota Semarang ini juga mengajak untuk menyebarkan benih-benih cinta universal melampaui sekat agama dan golongan. Sebab, cinta dapat mengubah kebiadaban menjadi peradaban.

Kegiatan yang diadakan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) STAIN Kudus itu semakin meriah dengan pementasan puluhan penari sufi. Mereka menari, memutar dengan diiringi musik, menjadi simbol untuk melepaskan ego diri demi kecintaan pada Tuhan.

Ketua Panitia, Khabib Khusen mengaku tidak menyangka bisa membuat perhelatan akbar yang meriah di mana masyarakatnya larut dalam antusiasme.

"Kami ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi, baik dari Banser, Polsek, Koramil, kepala desa, pemuda karang taruna, dan masyarakat," ungkap Khabib.

Kebonturi Bershalawat sengaja diadakan untuk memberikan kesan kepada masyarakat yang tidak pernah dilupakan. Sebab, ilmu agama dari para kiai dan habaib bisa menjadi teladan untuk membangun peradaban di tingkat desa menjadi lebih baik.

Selain menggelar selawatan, mahasiswa KKN STAIN Kudus itu juga memberikan wakaf Al Quran di mushola dan masjid setempat, serta kenang-kenangan berupa tong sampah di PAUD, TK dan SD.

Pelatihan membuat nugget tewel untuk ibu-ibu pun diadakan untuk membekali life skill. Keterampilan diharapkan bisa menjadi bekal untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga. []

0 Response to "Kyai Budi Harjono Ajak Cinta Tanah Air di Kebonturi Bersholawat"

Post a Comment