Sejarawan UGM: Pati Pintu Jawa Berhubungan Dunia Internasional

Sejarawan UGM Pati Pintu Jawa Berhubungan Dunia Internasional

Direktoripati.com – Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Sri Margana menyebut Kabupaten Pati dulu pernah menjadi pintunya pulau Jawa dalam berhubungan dengan dunia internasional, melalui jalur maritim. Hal itu diungkap Margana saat menggelar diskusi terbatas dengan Tim Rekonstruksi Sejarah Pati, Minggu (9/10).

Pada sekitar abad ke-15 hingga abad ke-18, masyarakat Pati sudah terbiasa berinteraksi dengan dunia luar. Tak hanya berinteraksi dengan penduduk di pulau-pulau yang ada di Nusantara, tetapi juga bangsa-bangsa asing yang pernah datang ke Pati untuk banyak kepentingan.

"Pati adalah wilayah strategis yang menjadi pintu depan diplomasi luar negeri, baik dalam konteks dagang, penyebaran agama, politik, maupun aspek-aspek kebudayaan lainnya," kata Margana kepada direktoripati.com

Sejumlah bangsa asing yang sudah biasa berdatangan ke kawasan pelabuhan Pati, di antaranya Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris, hingga orang-orang Timur Tengah seperti Turki. Hal itu yang membuat sejarah Pati, menurut Margana, sangat menarik untuk dikaji dan diteliti.

Belum lagi, keberadaan Pati memiliki peran penting dalam lingkaran kerajaan-kerajaan yang dalam sejarah dianggap besar, seperti imperium Kerajaan Demak, Jepara, Majapahit, Lasem, Cirebon, Banten, dan lainnnya.

Sayangnya, fakta-fakta sejarah yang begitu mengagumkan tentang Pati tidak banyak tertuang dalam naskah atau babad lokal. Karena itu, dia berharap agar Tim Rekonstruksi Sejarah Pati bisa mengadakan satu riset yang diambil dari berbagai sumber sejarah, kemudian disusun dalam tulisan.

Kedatangan Margana bersama dengan para dosen sejarah UGM di Pati untuk mencari sumber sejarah untuk kepentingan penelitian. Dia bersama para peneliti lainnya menyempatkan diri berkunjung ke Dukuh Siman, Desa Tambahsari, Kecamatan Pati Kota untuk melihat tempat yang diduga makam senopati Kadipaten Pati bernama Raden Sukmoyono pada zaman Adipati Wasis Joyokusumo. Penduduk setempat mengenalnya dengan Mbah Soko.

Selain itu, mereka juga berkunjung ke Makam Mbah Khalifah di Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati Kota. Di sana, ada prasasti bertuliskan huruf Arab berbunyi: La ilaha illallah.

2 Responses to "Sejarawan UGM: Pati Pintu Jawa Berhubungan Dunia Internasional"

  1. keindahan alam tercinta mnyimbolkan kita untuk tetep dalam satu tujuan kemajuan tanah air kita melalui kekuatan masing masing

    ReplyDelete
  2. Saya selaku penikmat sejarah tanah kelahiran saya sendiri, semoga sejarah daerah tanah jawa kabupaten pati bisa terkenang sampai anak cucu kita.

    ReplyDelete