Julukan Kota Pensiunan Tidak Berlaku Lagi di Pati, Ini Alasannya

Julukan Kota Pensiunan Tidak Berlaku Lagi di Pati
Pintu masuk Pati berlambang keris rambut pinutung dan kuluk kanigara. © direktoripati.com

Direktoripati.com – Julukan "Kota Pensiunan" yang disematkan untuk Kabupaten Pati sekarang tidak berlaku lagi. Ada sejumlah alasan kenapa Pati kini tidak layak mendapatkan julukan tersebut.

Salah satunya, perkembangan ekonomi dan industri di Kabupaten Pati yang melesat signifikan. Investor mulai berdatangan di Kota Bumi Mina Tani, seperti The Safin Hotel, PT Dua Putra Makmur yang disebut-sebut masuk jajaran industri perikanan terbesar di Indonesia, Nasmoco sebagai diler resmi mobil Toyota, dealer mobil Honda, dan lain sebagainya.

Belum lagi, perusahaan jagung dan sambal disebut-sebut akan segera berdiri di Kabupaten Pati. Tak hanya itu, sejumlah event hiburan berskala nasional kerap kali memeriahkan Pati.

Sejumlah artis nasional juga acapkali berdatangan di sini, seperti Ahmad Dhani dan putranya, Al Ghazali, Iwan Fals, Aura Kasih, Bondan Prakoso, Ariel beserta grup Band NOAH, band Endank Soekamti, hingga artis-artis yang hadir di Alun-alun dalam acara Inbox SCTV.

Selain artis, berbagai pejabat negara dari kalangan Menteri sudah tidak terhitung berdatangan ke Pati. Salah satunya, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menko Polhukam dan Menko Kemaritiman RI, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, istri Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid, hingga Presiden Jokowi yang akhirnya membatalkan agendanya jelang keberangkatannya ke Pati.

Di Pati sendiri, putra daerah yang menasional banyak bermunculan, seperti artis Soimah Pancawati, Marwan Ja'far sebagai Menteri Desa (2014-2016), Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, hingga pemain sepak bola yang memperkuat Timnas Indonesia, antara lain Wawan Febrianto dan Rudi Widodo.

Itu masih tidak cukup. Banyak putera-puteri daerah Pati yang menjuarai berbagai kompetisi tingkat internasional. Nama Pati harum tak hanya di panggung nasional, tetapi juga dunia.

"Pati bukan lagi kota Pensiunan. Sekarang sudah mulai bangkit, sedikit demi sedikit," ujar Bupati Pati Haryanto dalam pelantikan Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP) yang dihadiri tokoh-tokoh besar Pati, tak lama ini.

Geliat ekonomi di Kabupaten Pati yang berada di utara Jawa Tengah juga diamini Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto saat meresmikan diler Nasmoco. Menurutnya, pendirian diler Nasmoco di suatu daerah melalui perhitungan yang matang.

Menurutnya, Pati saat ini mengalami perkembangan ekonomi yang pesat dan berada di lokasi yang strategis karena berdekatan dengan Kabupaten Kudus, Jepara, dan Rembang. Bumi Mina Tani juga dianggap strategis, karena dilalui jalur pantai utara jawa (pantura). Tak hanya itu, geliat otomotif di Kabupaten Pati juga diakui berkembang cukup pesat.

Melihat kondisi Pati yang berubah demikian pesat, direktoripati.com tidak lagi mengakui bila Pati masih mendapatkan julukan Kota Pensiunan. Julukan ini berlaku, karena Pati dulu masih sepi, tenang, dan sebagian besar dihuni para pensiunan yang dilahirkan di Pati, sedangkan pemudanya banyak yang merantau.

Dengan hiruk-pikuk dan geliat ekonomi yang berkembang sedemikian pesat, Kabupaten Pati kini tidak lagi berjuluk Kota Pensiunan. Setuju?

1 Response to "Julukan Kota Pensiunan Tidak Berlaku Lagi di Pati, Ini Alasannya"