Ribuan Warga Kendeng Pawai Tolak Pabrik Semen, Ini Komentar Petinggi PT Indocement

Direktoripati.com – Ribuan massa warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kendeng Berdaulat menggelar aksi pawai lingkungan untuk menolak rencana pendirian pabrik semen yang dilakukan PT Sahabat Mulia Sakti, anak perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Aksi pawai dilakukan dengan mengelilingi enam wilayah rencana terdampak pendirian pabrik semen, Sabtu (16/7/2016). Keenam wilayah dikelilingi, antara lain dimulai dari Dukuh Ngerang, Desa Tambakromo menuju Desa Wukirsari, Desa Maitan, Desa Pakis, Desa Sumbersari, Desa Kayen, dan kembali di Ngerang.

Koordinator aksi, Arif Novianto mengatakan, aksi pawai lingkungan tersebut menjadi simbol untuk mengobarkan semangat perlawanan terhadap upaya pendirian pabrik semen di wilayah Pegunungan Kendeng. “Kami tidak akan pernah tergoyahkan dengan politik pencitraan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan PT Indocement. Kami tidak akan pernah mundur selangkah pun untuk menghadapi korporasi yang merusak lingkungan,” ujar Arif.

Aliansi Rakyat Kendeng Berdaulat menggelar aksi pawai lingkungan, Sabtu (16/7/2016) untuk menolak rencana pendirian pabrik semen.

Arif juga menyebut, CSR PT Indocement mencoba melakukan counter terhadap wacana kerusakan lingkungan dan ekosistem akibat pendirian pabrik semen, melalui berbagai program CSR seperti pemasangan pipa air dari pegunungan, membiayai pembangunan wisata, memberikan pelatihan kerja, membangun tempat ibadah, membuat koperasi, membentuk kelompok tani organik, dan program CSR lainnya.

Menanggapi tudingan tersebut, Direktur Utama PT Indocement Christian Kartawijaya mengatakan, tidak ada hubungannya program CSR dengan politik pencitraan. Pasalnya, program CSR PT Indocement sudah menjadi tanggung jawab sosial dan lingkungan dari perusahaan sesuai dengan UU Perseroan Terbatas (UUPT) No 40 Tahun 2007.

Dalam Undang-undang tersebut, dinyatakan bahwa CSR menjadi komitmen perseroan untuk berperan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan. Komitmen dibuat untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perusahaan, komunitas setempat, maupun masyarakat umum.

Karena itu, Christian menganggap program CSR PT Indocement bukan sebagai pencitraan. Justru, keberadaan CSR dinilai sebagai sebuah kesuksesan pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, serta tiga lokasi pabrik lainnya di Indonesia. “Kondisi itu mencerminkan komitmen pelaku usaha untuk pembangunan masyarakat terdekat, sekaligus implementasi aturan hukum yang berlaku,” ucap Christian.

Lagipula, dalam UU Perseroan Terbatas, UU Penanaman Modal, UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta berbagai aturan lainnya, menyatakan bahwa CSR wajib dijalankan oleh perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya terkait dengan pengelolaan, pemanfaatan dan sumber daya alam (SDA).

Pengakuan CSR PT Indocement di Jawa Tengah
Keberhasilan CSR Indocement di Pati sudah diakui oleh para pemangku kepentingan di Jawa Tengah, seperti Gubernur Jawa Tengah, Bupati Pati, hingga forum CSR Jawa Tengah.

Program pelestarian air dan peningkatan akses air untuk masyarakat mendapatkan penghargaan Platinum pada event CSR Awards dari Kementerian Sosial (Kemensos)-CFCD pada tanggal 10 Agustus 2015.

Selain itu, Kelompok Wanita Tani (KWT) meraih penghargaan dari Bupati Pati atas upayanya memberikan inspirasi kelompok wanita tani. Sedangkan Kelompok Tani Rusun Kaligawe, Semarang, menyabet penghargaan sebagai Juara 1 dan 2 Rumah Susun tersehat se-Semarang.

Dalam program pengembangan komunitas, PT Indocement membangun infrastruktur jalan dan jembatan, perbaikan sarana dan pembinaan olah raga, renovasi mushola dan madrasah, serta peningkatan sumber daya air, seperti normalisasi saluran air Tambakromo–Kayen sepanjang 8.7 Km, perbaikan pompa air dan pipanisasi dari stasiun pompa tambakromo. Program Pembangunan Berkelanjutan telah dilakukan PT Indocement dengan bekerjasama bersama Bank milik Pemerintah dalam memfasilitasi kredit mikro kepada usaha kecil.

PT Indocement juga membangun kualitas tenaga kerja yang siap pakai dalam masa konstruksi maupun operasi pabrik semen Pati dengan peningkatan keterampilan yang kompeten lewat kerjasama dengan Balai Latihan Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Pati. Berbagai pelatihan teknis diberikan kepada penduduk sekitar lokasi pabrik.

Pelatihan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2014, antara lain pelatihan mengelas, otomotif, mengemudi dan tune-up. Pelatihan non teknis yang sudah dilakukan, antara lain tataboga, memasak, menjahit dan bordir.

Program CSR berupa pendampingan masyarakat sudah dijalankan sejak tahun 2012. Pada bidang peningkatan SDM dan penguatan ekonomi, antara lain pendampingan peternakan kambing, budidaya ikan lele, pertanian organik, pembuatan pupuk kompos, pembuatan paving blok dan pelatihan koperasi.

Sistem Pencegahan Banjir di Pati
PT Indocement  sudah memastikan pabrik terbarunya di Pati akan meningkatkan ketahanan air di area pabrik, tambang dan wilayah sekitarnya. Investasi lewat anak perusahaannya, PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) ini diperkirakan memberi tambahan air bagi masyarakat sekitar sebesar lebih dari 600 ribu meter kubik per tahun.

Kelebihan tersebut diperoleh dari pembangunan infrastruktur Dam serta Embung yang tadah hujan dan menampung limpahan banjir Sungai Juwana. Daya tampungnya diperkirakan mencapai volume 2,1 juta meter kubik per tahun.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sahabat Mulia Sakti (SMS), anak perusahaan PT Indocement yang membangun pabrik di Pati, Budiono Hendranata meyakini keberlanjutan dan perbaikan sumber daya air Pati akan membaik dengan sistem penampungan air yang masuk dalam komitmen investasi PT SMS di Kabupaten Pati.

“Indocement tidak akan menggunakan air bawah tanah. Kami akan membangun banyak kolam air di areal tambang dan pabrik untuk menampung air hujan, sehingga kebutuhan air operasi pabrik dan kebutuhan air masyarakat tercukupi,” paparnya.

Budiono menambahkan, penambangan akan dilakukan berjenjang dengan drainage yang baik, sehingga air hujan tidak mengalir langsung dan membanjiri lokasi penambangan maupun daerah masyarakat sekitar. Aliran air akan diarahkan menuju kolam pengendapan, sebelum mengalir ke sungai.

Penambangan dilakukan pada zona batuan kering dan tidak akan mencapai kedalaman zona bebatuan basah. Pada areal tambang, bakal dibuat tidak kurang dari 13 sumur pantau untuk mengawasi kondisi air, sebelum dan selama kegiatan penambangan. Pemantauan level air akan dilakukan bersama dengan masyarakat dan regulator terkait.

Budiono menjelaskan, penggunaan air di pabrik semen mengikuti kaidah produksi dry process. Dengan begitu, simpanan  air di Pegunungan Kendeng tak akan berkurang, baik volume dan kualitasnya justru akan terjaga.

Contohnya, air yang digunakan untuk mendinginkan mesin akan diproses dan dikembalikan lagi ke tempat penampungan air untuk dipergunakan kembali. Proses penjernihan air akan dikontrol dengan hati-hati.

Selain itu, air untuk pembersihan kendaraan transportasi juga didaur ulang kembali. Termasuk air limbah domestik dari bangunan perusahaan yang akan dibuang melalui Municipal Waste Water System. “Pada tahapan proses ini, PT Indocement berusaha mencegah pencemaran air,” imbuhnya.

PT Indocement yang merupakan bagian dari HeidelbergCement Group mendapatkan keuntungan dari pengalaman panjang sebagai grup produsen semen terbesar di dunia. Pun, Indocement menjalankan usahanya sesuai dengan panduan Cement Sustainability Initiative (CSI) yang mendasarkan pada himpunan industri semen kelas dunia yang masuk dalam World Business Council for Sustainable Development.

“Kami sangat menjunjung tinggi penerapan prioritas keberlanjutan usaha dengan memerhatikan aspek lingkungan, menjawab permasalahan sosial dan ekonomi seperti pengelolaan sumber daya air, pemenuhan pangan, menjaga ekosistem, antisipasi perubahan iklim, sumber daya manusia, pola hidup yang sesuai prinsip keberlanjutan,” ucapnya.

Sepanjang 2015, PT Indocement juga menjalankan program pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Program). Perusahaan diwajibkan menerapkan pembangunan berkelanjutan lingkungan secara seimbang di setiap lini usahanya.

Komitmen soal lingkungan dan sosial-ekonomi dalam bentuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) maupun program Corporate Social Responsibility (CSR) yang positif dari perusahaan tersebut diharapkan bisa dijadikan acuan bagi investor lain yang ada di KabupatenPati dan daerah lainnya di Indonesia. (AGR/*)

0 Response to "Ribuan Warga Kendeng Pawai Tolak Pabrik Semen, Ini Komentar Petinggi PT Indocement"

Post a Comment