Akankah Gunung Muria Aktif Lagi, Bangkit dari Tidur Panjang dan Meletus?

Direktoripati.com – Akankah Gunung Muria yang berada di wilayah Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati aktif lagi, bangkit dari tidur panjang dan meletus? Pertanyaan ini muncul, ketika kawasan Laut Utara Pulau Jawa beberapa kali diguncang gempa bumi sebanyak dua kali.

Gempa bumi pertama terjadi di Timur Laut Jepara dengan kekuatan 5.0 skala richter pada Kamis, 22 Oktober 2015 lalu. Getaran gempa ini bisa dirasakan hingga kabupaten tetangga, seperti Kudus dan Pati.

Gempa kedua terjadi di Timur Laut Pati dengan kekuatan 3.8 skala richter pada Senin, 18 Juli 2016. Sejumlah kalangan khawatir, apakah fenomena alam yang langka dalam sejarah peradaban Semenanjung Muria itu menjadi tanda-tanda Gunung Muria akan bangkit dari tidur panjang, aktif lagi, dan sewaktu-waktu bisa meletus, memuntahkan lahar dan wedus gembel sebagaimana Merapi?

Lantas, apa status Gunung Muria saat ini? Banyak ahli masih berdebat soal status pegunungan dengan ketinggian 1.602 meter dari permukaan laut (mdpl) di Jawa Tengah ini.

Gunung Muria Google Earth

Satu kalangan ahli menyebut, status Gunung Muria adalah "gunung mati" atau tidak tergolong gunung berapi aktif. Sementara itu, kalangan ahli lainnya menyebut, status Gunung Muria merupakan gunung api yang tengah tertidur.

Artinya, suatu saat Gunung Muria bisa bangkit dan aktif kembali sebagai gunung berapi. Namun, penelitian yang dilakukan Prihadi et al dalam artikel ilmiah Volcanic Hazard Analysis for Proposed Nuclear Power Plant Siting in Central Java, Indonesia (2005), menyimpulkan Gunung Muria adalah non capable volcano for magmatic eruption in the near future. Artinya tidak akan meletus dalam waktu dekat.

Sejarah mencatat, Gunung Muria terakhir meletus sekitar 2.000 tahun silam. Berkisar di angka 300 Masehi sampai 160 Sebelum Masehi (SM).

Gunung Muria aktif lagi?
Untuk menjawab pertanyaan apakah Gunung Muria bisa aktif kembali, direktoripati.com melakukan wawancara dengan Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono.

Apakah mungkin dua gempa yang terjadi di timur laut kawasan Pegunungan Muria dalam beberapa bulan terakhir, bisa mengaktifkan kembali Muria sebagai Gunung Api Aktif?

"Belum. Kekuatan masih mimor atau kecil. Banyak faktor untuk dapat mengaktifkan gunung api."

Kabarnya, ada yang menemukan semacam air hangat di Muria. Artinya, apakah itu menjadi tanda-tanda Muria akan bangkit dari tidur panjangnya sebagai gunung berapi?

"Oh, kalau zona gunung api menjadi hal biasa ada fenomena air panas. Belum bisa dikatakan adanya air panas menjadi tanda-tanda gunung akan aktif."

Berarti Muria masuk dalam zona gunung api, Pak?

"Iya, tapi dormant (red: gunung api tidur), sedang inactive. Terlalu jauh dan berlebihan jika ada yang khawatir akan aktifnya Muria hanya karena didasarkan oleh beberapa gempa mimor. Pesan saya, masyarakat mohon jangan terlalu khawatir akan hal ini."

Menanggapi hal itu, ada netizen yang berkomentar, "Gunung Muria tidak akan meletus, karena di sana ada makam salah satu walisongo, Sunan Muria." Bagaimana pendapat Anda?

0 Response to "Akankah Gunung Muria Aktif Lagi, Bangkit dari Tidur Panjang dan Meletus?"

Post a Comment