Wisata di Gua Wareh Sukolilo Pati, Sejarah & Asal-usulnya

Direktoripati.com - Gua Wareh adalah obyek wisata berupa goa di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Tempat wisata ini menyimpan sejarah, asal usul, mitos, misteri dan legenda yang berkembang di masyarakat setempat.

Dari pusat kota, lokasi objek wisata Gua Wareh bisa ditempuh sekitar 25 menit atau 15 kilometer. Goa Wareh merupakan satu di antara pesona dan keindahan pegunungan Kendeng yang membentang di sepanjang Pati wilayah selatan.

Luas area di kawasan goa berkisar di angka 4,5 hektare, memiliki lorong gua menuju arah kiri sepanjang sekitar 100 meter. Daya tarik Goa Wareh semakin mempesona dengan adanya sungai bawah tanah sepanjang 50 meter dengan air yang sangat jernih dan bebas dari polusi air.

Tempat wisata ini banyak dikunjungi wisatawan lokal dari masyarakat setempat, warga Pati hingga luar daerah seperti Kudus, Purwodadi-Grobogan, Rembang, hingga Blora. Saat liburan tiba atau tanggal merah, Gua Wareh diserbu banyak pengunjung, mulai dari muda-mudi yang ingin pacaran sembari menikmati indahnya gua sampai keluarga dengan membawa anak-anak.

Sebagai tips liburan di Goa Wareh, sebaiknya bawa pakaian ganti dan pelampung bila membawa anak-anak. Sebab, letak keunikan dari wisata di sini adalah mandi di sumber mata air alami Gunung Kendeng atau sungai yang mengalir di depan mulut goa.

Penduduk setempat percaya, mandi di Gua Wareh bisa membuat awet muda. Sejumlah orang ada yang yakin, mandi di sana bisa cepat mendapatkan jodoh atau pasangan hidup.

Foto Gua Wareh Sukolilo Pati Jawa Tengah

Sejarah asal-usul goa wareh
Di balik keindahan Gua Wareh, ada mitos dan misteri yang tersimpan di dalamnya. Entah itu bagian dari fakta sejarah atau sekadar legenda semata.

Untuk menelusuri asal usul Goa Wareh, Tim Jalan-Jalan Direktoripati.com mengadakan sebuah ekspedisi menuju gua yang terdapat di pegunungan Kendeng itu. Salah satu warga yang berhasil diwawancara, yakni Ashari.

Ia mengatakan, asal usul Goa Wareh berasal dari proses alam yang tidak biasa. Suatu ketika, Semar, makhluk setengah dewa dalam tokoh pewayangan yang mengasuh para Pandawa itu akan mandi di tujuh sumber mata air di Gunung Kendeng.

Semar harus pindah dari satu sumber ke sumber yang lain. Setelah selesai mandi di Goa Wareh, pimpinan Punakawan ini akan pindah ke sumber yang lain dengan membawa dua batu. Hanya saja, fajar terlebih dahulu menyingsing dan malam mulai ditelan pagi.

Sang Semar pun membatalkan niatnya untuk melanjutkan mandi di sumber yang lain. "Dua batu itu dijatuhkan Semar hingga membentuk dua gua yang lain bernama Goa Telemburan atau Sempol Seno dan Goa Gendingan," ungkap Ashari.

Lokasi
Dari jalan raya Sukolilo, Anda harus masuk ke Desa Kedumulyo melewati pedesaan yang masih sangat asri dan terkesan klasik. Butuh waktu sekitar 5 menit untuk berjalan dari jalan raya menuju gua atau sekitar dua kilometer.

Kalau masih bingung, coba tanya warga setempat. Pasalnya, ada banyak arah dan jalan menuju Gua Wareh. Setelah sampai lokasi, silakan berlibur ria menikmati beningnya sumber mata air Goa wareh dan keindahannya. Berikut foto-foto Gua Wareh. (*)

Foto mandi di sumber mata air goa wareh sukolilo pati
Foto penampakan Gua Wareh bagian dalam

0 Response to "Wisata di Gua Wareh Sukolilo Pati, Sejarah & Asal-usulnya"

Post a Comment