Indocement Perkuat CSR Lingkungan, Pendidikan dan Sampah

Direktoripati.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mendapat dampak positif dari implementasi Corporate Social Responsibility (CSR), berupa hubungan mutual yang sehat dengan masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Komitmen itu dinilai perlu dijalankan semua perusahaan yang beroperasi di masyarakat, tak hanya sebagai crisis-prevention, tetapi juga untuk menciptakan kemajuan bersama dengan masyarakat.

“Faktanya, CSR memperkuat kepercayaan stakeholder kami. Dampak proses bisnis dan CSR yang sehat bisa dilihat dari lahan sawah dan ladang di lokasi pabrik Indocement yang tidak terjadi kekeringan. Sawah tetap subur dan terus berproduksi dengan baik. Ini adalah visi pemberdayaan masyarakat dan lingkungan yang kami jalankan dengan nyata, sejak puluhan tahun lalu,” ujar Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya dalam Festival Indogreen Environment and Forestry Expo 2016 di Jakarta, Kamis (26/5).

pabrik semen Tiga Roda PT Indocement hijau

Hal itu sejalan dengan implementasi program Pemerintahan Jokowi-JK di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membawakan tema “Gotong Royong Mewujudkan Kelestarian Lingkungan dan Hutan untuk Mendukung Kedaulatan Pangan, Air dan Energi Terbarukan” dan penguatan budaya lokal, serta mendukung upaya merealisasikan Konsep Gaya Hidup yang Hijau Menuju Indonesia Hijau (Green Living Style for Better Future).

Dalam acara Tahunan milik KLHK tersebut, Indocement berbagi soal kisah keberhasilan dalam program pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Terutama, pengelolaan di lingkungan masyarakat Desa Binaan Indecement.

Hubungan kemasyarakatan yang diperoleh, dinilai sukses melahirkan banyak aktivis pelestari lingkungan yang disebut dengan local hero. Kisah sukses para aktivis lingkungan itu sudah cukup dikenal pada skala lokal hingga level regional.

Di sektor pendidikan, Indocement berhasil mendorong berbagai sekolah di desa binaan menjadi sekolah unggulan berwawasan lingkungan dengan kategori Sekolah Adiwiyata. Saat ini, ada sembilan sekolah binaan dengan predikat “Sekolah Adiwiyata” dari Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), baik tingkat provinsi maupun nasional.

Lebih dari itu, Indocement juga melakukan socio-engineering dengan mendorong masyarakat agar aktif mengelola desa dan lingkungannya. Kampung Proklim yang punya ketahanan menghadapi dampak perubahan iklim hadir di publik sebanyak 8 desa, baik di wilayah sekitar atau yang tidak terkait sama sekali dengan operasi Indocement.

Dalam program pemberdayaan UKM, Indocement juga mengupayakan penanaman kesadaran lingkungan. Secara internal, Indocement ketat dalam mengelola dampak lingkungan. Secara eksternal, semangat Indocement ditularkan kepada para pelaku UKM batik tulis di salah satu desa binaan di Cirebon.

Hal itu untuk mengembangkan sustainable batik. Batik tulis yang proses pengerjaannya sangat memperhatikan lingkungan, mulai dari pemakaian pewarna alami hingga pengelolaan limbah produksi batik melalui sarana IPAL yang baik.

Program Lestari-Air yang dijalankan Indocement di masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah sukses meraih penghargaan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya Tingkat Nasional 2015 dengan predikat tertinggi, yaitu Platinum.

Pada tahun 2012 lalu, Indocement juga meraih MDGs Award dalam kategori program pelayanan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan. Padahal, pabrik senilai Rp 7 triliun baru akan dibangun di tahun 2017.

Indocement juga dikenal sebagai salah satu perusahaan tertua yang telah beroperasi selama 40 tahun dengan teknologi yang ramah lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan pengakuan Industri Hijau Level 5 yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian untuk seluruh pabriknya di Citeureup, Cirebon dan Tarjun.

Indocement adalah perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan Certified Emission Reduction dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Framework Convention on Climate Change sejak tahun 2008 lalu.

Program CSR Berkearifan Lokal
CSR and Security Division Manager Indocement, Sahat Panggabean mengatakan, visi bisnis Green Industry ditunjukkan melalui program Corporate Social Responsibilty (CSR) berbasis pada kebutuhan obyektif masyarakat dengan mengedepankan karakter asli kearifan lokal setiap masyarakat.

Tak hanya di lingkungan pabrik atau lokasi tambang, tetapi juga juga di berbagai wilayah yang jauh dari lokasi sekalipun. “Seluruh program CSR Indocement disusun secara komprehensif dan tidak harus dilakukan di lingkungan pabrik. Seperti yang kami lakukan di Kampung Proklim di Desa Cilengkrang, Bandung,” kata Sahat.

Di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tim CSR Indocement turun ke lapangan dan sudah beberapa tahun melakukan pemberdayaan di 11 desa yang terdapat di kecamatan Tambakromo dan Kayen. Upaya itu dinilai banyak pihak sebagai komitmen kuat dan konkret perusahaan dalam memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat, kendati pembangunan pabrik semen di Pati belum dimulai.

Dengan koperasi yang sudah berjalan dua tahun di Tambakromo, masyarakat mulai diperkuat dengan simpan pinjam usaha kecil, kemampuan mengelola, serta menjalankan pencatatan dan pembukuan laporan keuangan yang tepat dan bisa dipertanggungjawabkan.

“Dalam soal pelestarian alam, perusahaan sudah membangun sarana air bersih dalam rangka membantu permasalahan kekeringan yang terjadi saat musim kemarau berkepanjangan,” tandasnya. (AGR/*)

0 Response to "Indocement Perkuat CSR Lingkungan, Pendidikan dan Sampah"

Post a Comment