Saiful Arifin Tak Maju Pilkada Pati 2017 Bila Haryanto-Budiyono Masih Sepaket

Direktoripati.com - Saiful Arifin, pengusaha muda nasional asal Desa Mojoagung, Trangkil, Pati yang sudah sukses di Jakarta memilih terjun di dunia politik pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Pati 2017 karena berbagai pertimbangan. Salah satunya, ia berniat mewakafkan hidupnya untuk ikut membangun kota kelahirannya di Bumi Mina Tani.

Lantas, apa alasan pengusaha muda yang sudah mapan dan punya hotel berbintang di sejumlah kota besar ini memilih terjun ke panggung politik praktis? Sejumlah pertanyaan itu muncul di benak masyarakat.

Arifin pun membeberkannya pada Direktoripati.com, Selasa (19/4). "Awalnya sangat sederhana. Andaikata Pak Bupati Pati Haryanto dan Pak Wakil Budiyono masih harmonis dan bisa maju sepaket tentu saya tidak akan maju. Lebih baik menonton dan mendukung sepenuhnya pasangan Haryanto-Budiyono Saja," ujar Saiful Arifin.

Sebetulnya, Bos Arifindo Grup ini berharap besar pasangaan Haryanto-Budiono dalam pilkada 2012 lalu itu bisa kembali menjadi pasangan dalam musim pilkada serentak 2017.

Saiful Arifin Wakil Bupati Pati Pilkada 2017

Namun, entah kenapa Wakil Bupati Budiyono memilih mencalonkan diri sebagai bakal calon bupati. Sayangnya, Arifin tidak bersedia menyebutkan secara gamblang apa penyebab Haryanto dan Budiyono sampai pecah kongsi.

Arifin sedikit membocorkan dugaan atas perpecahan Haryanto dan Budiono. Ia menilai, pola pikir Haryanto dan Budiono selama berpasangan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati tidak sejalan.

Ada komunikasi yang tidak bisa terjaga dengan baik. Menurutnya, roda pemerintahan dan pembangunan akan stabil dan berjalan sukses bila keduanya menyatu dan harmonis. Terlebih, jika koridor politiknya sudah berlawanan.

"Saya turun ke kancah pilkada ini karena awalnya merasa terpanggil. Saat  itu, ada beberapa tokoh masyarakat Pati yang menghendaki saya ikut di pilkada Pati ini. Saya minta waktu satu bulan. Setelah saya istikharah dan turun ke Pati menjajaki bagaimana kondisi Pati, akhirnya saya berniat mewakafkan diri untuk kepentingan pembangunan kota Pati. Akhirnya siap," curhat owner Safin Hotel ini.

Ia menambahkan, sebetulnya banyak pihak yang ingin agar dirinya mencalonkan diri sebagai bupati. Namun, setelah dipikir-pikir, ia berpandangan bahwa jabatan bukan tujuan utama dalam menggapai kekuasaan.

Arifin butuh mawas diri. Memimpin daerah bumi mina tani dinilai tidak mudah seperti apa yang diimpikan banyak orang yang akhirnya nekat terjun pada pentas Pilkada.

"Pak Haryanto bisa sukses, karena baliau birokrat senior di Pemkab Pati. Beliau juga mengaku banyak belajar saat baru menjabat. Padahal, beliau seorang birokrat senior, lho. Itu yang menjadi pertimbangan saya untuk memutuskan mencalonkan diri sebagai wakil bupati saja," ungkapnya.

Kabar politik berkembang di masyarakat, Arifin bakal berpasangan dengan bakal calon bupati Pati Haryanto sebagai incumbent. Haryanto-Saiful arifin sudah mendapatkan sinyal dukungan dari partai-partai kuat di Pati, seperti Partai Demokrat, Gerindra, PKS dan Golkar.

Arifin dan Haryanto sendiri sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon wakil bupati dan bupati di PDIP. Sementara itu, DPC PDIP Pati tidak bisa mengusung sendiri. Partai besutan Megawati Soekarno Putri itu harus berkoalisi dengan partai lain. (*/eka)

0 Response to "Saiful Arifin Tak Maju Pilkada Pati 2017 Bila Haryanto-Budiyono Masih Sepaket"

Post a Comment