Ini Pengakuan Siswi di Pati yang Dijual pada Tamu Hotel

Direktoripati.com - Kasus perdagangan anak di bawah umur (human trafficking) yang melibatkan Andro atau P sebagai pelaku dan SN (17), siswi salah satu sekolah menengah atas di Pati sebagai korban memasuki babak baru.

Usai pelaku dibekuk Satgas Perlindungan Anak (PA) Polda Jawa Tengah yang dipimpin Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Sri Susilowati, sejumlah santri yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Pembela Santri Madrasah Indonesia (APSMI) Pati menggelar aksi demonstrasi di depan Hotel Safin agar kasus trafficking tidak terjadi lagi di bumi mina tani.

Babak kedua dimulai, ketika Kuasa Hukum orangtua korban, Djunaedi melakukan pendampingan dan penelusuran terkait dengan kasus itu. Djunaedi bahkan mencium adanya jaringan atau sindikat perdagangan perempuan terkoordinir yang mapan dan profesional.

Ada beberapa poin yang membuat Djunaedi mencium adanya kejahatan yang terkoordinir terkait dengan penjualan siswi kepada pria hidung belang di hotel. Pertama, pelaku mengaku bahwa uang Rp 700 ribu hasil transaksi diberikan kepada korban sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu, dan sisanya dibagi-bagikan.

Kedua, "transaksi lendir" yang menjadikan pelajar di bawah umur sebagai korban itu sudah terjadi berkali-kali di sebuah hotel. "Tidak hanya sekali, tapi sudah berkali-kali," ujar Djunaedi kepada Direktoripati.com, Rabu (13/4).

perdagangan anak perempuan di bawah umur human trafficking

Ketiga, ada seseorang yang mengaku sebagai sepupu korban saat penyidikan dilakukan di Polda Jawa Tengah. Orang itu mengaku sebagai sepupu dan memberikan keterangan kepada penyidik Polda Jateng.

"Orangtua tua korban tidak kenal dengan orang yang mengaku sebagai sepupu. Bahkan, orangtua samasekali belum dimintai keterangan penyidik Polda," ungkapnya.

Keempat, korban sendiri mengaku melayani pria hidung belang sekitar dua orang setiap hari. Sejumlah fakta dan kesaksian-kesaksian itulah yang membuat Djunaedi menduga adanya jaringan atau sindikat yang profesional.

Pengakuan korban
Korban membeberkan sejumlah hal saat dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Pati. Dikutip dari Djunaedi, korban mengaku melayani sekitar dua orang pria hidung belang setiap hari.

Usai melayani pria hidung belang di sebuah hotel, korban juga diminta untuk melayani pelaku yang berinisial P, warga Pati sendiri. Bila tidak mau diajak berhubungan intim, uang hasil penjualan dirinya kepada pria hidung belang tidak diberikan.

Pihak Polda Jawa Tengah sendiri mengatakan bila pelaku juga mengancam akan menyebarkan foto dan video korban, bila korban tidak melayani nafsu bejatnya.

"Sadis memang. Korban sampai nangis-nangis. Sampai saat ini, kami kehilangan komunikasi dengan korban," tambah Djunaedi.

Menanggapi hal itu, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo akan meningkatkan upaya untuk mengantisipasi trafficking di Pati. "Kami akan giatkan razia dan operasi. Kami juga mengimbau kepada orangtua, saudara, guru, dan semua elemen masyarakat untuk mengawasi anak-anak agar tidak terjerat dengan jaring perdagangan anak di bawah umur," imbaunya. (*)

0 Response to "Ini Pengakuan Siswi di Pati yang Dijual pada Tamu Hotel"

Post a Comment