Ilmuwan Muda SMA PGRI 2 Kayen Taklukkan Dunia di Georgia

Direktoripati.com - Dua ilmuwan muda asal SMA PGRI 2 Kayen Pati menaklukkan dunia dengan karya gemilangnya pada kompetisi penelitian International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) di Georgia, Jumat-Minggu (22-24/4).

Dua ilmuwan muda itu bernama Raafi Jaya Sutrisna, siswa asal Desa Sumbersari RT 2 RW 2 Kayen dan Suprihatin, siswi asal Desa Kayen RT 4 RW 7. Keduanya duduk di bangku kelas tiga.

Temuan dari kedua peneliti muda itu mencengangkan dunia internasional setelah dipamerkan di sebuah mall besar di Kota Tbilisi, Georgia, Eropa Timur. Pasalnya, mereka membuat fiber atau komposit sebagai bahan dasar interior otomotif, mobil, kapal, dan pesawat terbang dari kulit singkong dan serat batang pisang.

Produk itu digadang-gadang sebagai bahan pengganti besi dengan keunggulan tahan api, kuat tetapi ringan, lebih murah, dan tahan terhadap korosi atau pengaruh lingkungan bebas.

SMA PGRI 2 Kayen Pati Medali Emas Georgia Internasional

Juri yang diambil dari pakar fisika dunia pun geleng-geleng kepala atas temuan anak dari Bumi Saridin itu. Kekaguman sang juri berbuah manis, ketika juri memberikan anugerah medali emas (gold medal) kepada kedua peneliti muda dari Pati tersebut.

Di Indonesia, hanya dua sekolah yang mewakili untuk berangkat ke Georgia dalam ajang International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO), yakni SMA PGRI 2 Kayen dan SMA Negeri 2 Lamongan.

Hebatnya, kedua sekolah yang mewakili Indonesia itu berhasil menyabet medali emas mengalahkan para ilmuwan-ilmuwan muda dari 35 negara di dunia. Di SMAN 2 Lamongan, dua pelajar mengambil judul penelitian di bidang biologi dan ekologi.

"Saya juga kagum dengan temuan mereka di bidang fisika. Peneliti dari Georgia menemukan alat pendeteksi Mumi. Saya pikir saya kalah, ternyata kita yang mendapatkan medali emas," ujar Raafi saat ditemui Direktoripati.com di Laboratorium SMA PGRI 2 Kayen, Rabu (27/4).

Saat ditanya soal upaya doa sebelum berangkat ke Georgia, Mohamad Rauf, guru fisika sekaligus pembimbing kedua siswa sempat bilang ziarah ke Makam Syeh Jangkung.

"Ya, kita ziarah dulu ke Makam Syeh Jangkung. Kita mendoakan Mbah Saridin," ungkapnya sembari terkekeh. Mereka bersyukur bisa menaklukkan dunia melalui karyanya di Georgia. (eka/*)

0 Response to "Ilmuwan Muda SMA PGRI 2 Kayen Taklukkan Dunia di Georgia"

Post a Comment