Inilah pesan menteri polhukam saat di pesantren Pati

Direktoripati.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Luhut Pandjaitan datang ke pondok pesantren Maslakul Huda, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, Jawa Tengah bukan tanpa alasan. Ada misi khusus yang akan disampaikan kepada keluarga besar pesantren.

Ada dua hal besar yang dibahas dalam pertemuan antara Menteri Luhut dan keluarga besar pesantren. Pertama, soal radikalisme yang mulai mengintai Indonesia.

Kedua, bahaya narkoba yang menyebabkan terpidana di Indonesia sebagian besar berasal dari kasus penyalahgunaan narkotika. Menteri berharap agar kalangan alim ulama, kiai, dan santri bisa membantu negeri dalam memberantas radikalisme dan narkotika.

"Radikalisme bisa memecah belah umat untuk keluar dari negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), sehingga masyarakat harus berhati-hati," ujar Luhut kepada Direktoripati.com, Selasa, 2 Februari 2016.

foto menteri koordinator polhukam di ponpes maslakul huda pati

Sementara itu, penyalahgunaan narkoba dinilai sudah sangat meresahkan bangsa Indonesia. Betapa tidak, setiap hari ada 40 orang Indonesia yang mati sia-sia akibat penyalahgunaan narkoba.

"60 persen lembaga pemasyarakatan dihuni dari terpidana narkotika. Belum lagi, 40 orang Indonesia meningal akibat narkoba. Apalagi, narkoba saat ini sudah mulai menyerang pondok pesantren dengan berbagai modus. Ini tidak bisa dibiarkan," tuturnya.

Karena itu, ia memberikan pesan supaya kalangan pondok pesantren bisa membentuk barisan yang siap memberantas paham radikalisme dan penyalahgunaan narkoba.

Kenapa harus Pati?
Saat ditanya kenapa harus Pati yang dikunjungi, Luhut mengaku kagum dengan sosok Kiai Sahal Mahfudz.

"Sosok Kiai Sahal menjadi alim ulama yang menjadi panutan guru bangsa Gus Dur. Saya sendiri kagum dengan Gus Dur. Kami berharap agar generasi Kiai Sahal bisa menjadi panutan bagi bangsa," tutupnya. (*)

0 Response to "Inilah pesan menteri polhukam saat di pesantren Pati"

Post a Comment