Tak Main-main! Indocement Tunjuk Yusril Ajukan Banding Putusan PTUN Soal Semen

Direktoripati.com - Tak main-main, PT Indocement melalui anak perusahaannya, PT Sahabat Mulia Sakti menunjuk Yusril Ihza Mahendra untuk mengajukan banding atas keputusan PTUN Semarang yang membatalkan izin lingkungan pembangunan pabrik semen di kawasan pegunungan Kendeng seluas 2.600 hektare.

Seperti diketahui, Yusril adalah pakar hukum yang pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (HAM). Yusril sudah diakui sebagai seorang politikus ulung, intelektual dan pakar hukum tata negara yang reputasinya diakui internasional.

Saat ini, Yusril sebagai pengacara atau kuasa hukum PT Indocement sudah mendaftarkan permohonan banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya atas putusan PTUN Semarang yang membatalkan izin lingkungan pembangunan pabrik semen.

foto blokade pantura demo tolak pendirian pabrik semen

"Aturan itu tak perlu mendapatkan persetujuan mayoritas dari masyarakat. Lagipula, kewenangan menilai izin lingkungan adalah komisi penilai amdal," ungkap Yusril seperti dilansir Suara Pembaruan, Sabtu, 30 Januari 2016.

Sebelumnya, survey yang telah dilakukan menunjukkan 67 persen warga menyatakan untuk menolak pembangunan semen di pegunungan Kendeng. Bahkan, ratusan warga yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) pernah menggalang aksi longmarch atau jalan kaki sejauh lebih dari seratus meter menuju PTUN Semarang agar izin pabrik semen dibatalkan.

Perjuangan mereka tak sia-sia, karena akhirnya PTUN Semarang mengabulkan gugatan mereka dan membatalkan izin lingkungan pendirian pabrik semen.

Namun, perjuangan mereka tak selesai. Saat ini, warga kontra semen harus menerima kenyataan bahwa keputusan PTUN Semarang saat ini telah diajukan banding ke PTTUN Surabaya dengan kuasa hukum sekaliber Yusril Ihza Mahendra.

Sementara itu, PT Indocement mengaku sudah melakukan kajian dan proses perizinan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah untuk mendirikan pabrik semen selama sembilan tahun. Investasi yang akan dikucurkan pun cukup besar, yakni sekitar Rp 8 triliun.

Bagaimana nasib pegunungan Kendeng ke depan, setelah pro-kontra pembangunan pabrik semen di Kabupaten Pati yang seolah tak kunjung ada habisnya? Tunggu saja episode selanjutnya. (*)

1 Response to "Tak Main-main! Indocement Tunjuk Yusril Ajukan Banding Putusan PTUN Soal Semen"

  1. Aq warga pati selatan g setuju dg adanya pabrik semen d gunung gendeng.aq ingin gunung kendeng tetap ada.

    ReplyDelete