Ini Peta Rawan Banjir Longsor dan Puting Beliung di Pati

Direktoripati.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo merilis sedikitnya ada 5 daerah yang rawan banjir, 6 kecamatan rawan longsor, dan 3 wilayah yang ditetapkan rawan terkena angin puting beliung.

"Peralihan musim memang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang pada akhirnya menyebabkan sejumlah bencana alam seperti banjir, longsor dan angin lesus atau puting beliung," ujar Sanusi kepada Direktoripati.com.

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat di Kabupaten Pati agar lebih waspada dan bersiap siaga jika ada kemungkinan angin dengan tekanan tinggi, termasuk hujan dengan intensitas yang tinggi. "Terutama di daerah yang rawan terkena bencana alam harus siap siaga," pesannya.

Berikut ini disajikan peta daerah atau wilayah di Pati yang rawan terjadi bencana alam, mulai dari banjir, longsor dan angin puting beliung.

dokumentasi foto banjir di juwana pati
Arsip banjir di Juwana 2014. Kala itu, 100 desa di Pati dilanda banjir. Foto: M Noor Effendi

Rawan bencana banjir
Kecamatan Juwana
Kecamatan Gabus
Kecamatan Jakenan
Kecamatan Sukolilo
Kecamatan Kayen
Kecamatan Pati

Rawan bencana longsor
Kec Gembong
Kec Gunungwungkal
Kec Tlogowungu
Kec Cluwak
Kec Sukolilo
Kec Tambakromo

Rawan angin puting beliung
Jaken
Jakenan
Cluwak
sedikit Gabus
sedikit Sukolilo

Jika diperhatikan, peta daerah rawan banjir biasanya berada di dekat laut dan sungai Silugangga dengan daya resapan yang sangat minim. Terlebih, sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sangat berpotensi menyebabkan banjir.

Sementara itu, wilayah rawan bancana alam longsor biasanya terjadi di wilayah lereng pegunungan karena tidak ada lagi hutan lindung yang berfungsi sebagai mengikat tanah dan air.

Dari data yang dihimpun Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Direktoripati.com, sejumlah wilayah di area lereng pegunungan di Pati sudah mulai dialihfungsikan dari hutan lindung dengan pohon-pohon besar menjadi perkebunan kopi, tanaman ketela atau singkong, dan sejumlah tumbuhan pertanian.

Karena itu, daerah resapan air, penghijauan atau reboisasi, dan agenda pro lingkungan lainnya perlu digalakkan untuk menjadi "pagar kehidupan" agar tidak terjadi bencana alam. (*)

0 Response to "Ini Peta Rawan Banjir Longsor dan Puting Beliung di Pati"

Post a Comment