Eksotisme Jejak Peradaban Hindu-Buddha Kuno di Pati

Direktoripati.com - Selama ini Kabupaten Pati, Jawa Tengah dikenal dengan kekayaan aset wisata religi bernuansa Islam, mulai dari Nyai Ageng Ngerang di bagian Pati wilayah selatan (Tambakromo) hingga Syekh Ahmad Mutamakkin di Pati bagian utara (Kajen), dan masih banyak lagi lainnya.

Sementara itu, jejak-jejak peradaban peninggalan Hindu-Buddha masih sangat jarang dijumpai. Bahkan, bisa dikatakan "nyaris" tidak ada.

Karena itu, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Direktoripati.com akan melakukan publikasi ilmiah bertajuk "Eksotisme Jejak Peradaban Hindu-Buddha Kuno di Pati" untuk menyuguhkan satu kekayaan warisan leluhur manusia Pati.

Adapun obyek yang akan menjadi kajian dalam publikasi ilmiah ini, yakni temuan sebuah situs candi yang ditemukan di Dukuh Buloh/Miyono, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Indonesia. Untuk itu, Direktoripati.com melakukan wawancara eksklusif dengan Ketua Tim Peneliti Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta TM Rita Istari.

Situs pertama kali ditemukan pada tahun 2011 dan dilakukan penelitian penggalian (research excavation) dari tahun ke tahun, sejak 2011 sampai 2015.

Hasil penelitian, antara lain ditemukan dua buah struktur bangunan candi berbahan bata yang memiliki ukuran berbeda dan diperkirakan berasal dari masa peradaban Hindu sekitar abad ke-8 sampai ke-10 Masehi.

situs candi kayen pati jawa tengah indonesia

Selain data berupa arsitektural, Tim Peneliti Balar juga menemukan data artefaktual berupa pendukung ornamen bangunan candi, misalnya kemuncak dan antefiks.

Lokasi candi
Situs candi yang ditemukan berada di Dusun Miyono atau Mbulloh, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia terletak di koordinat 111''00'12,4" Bujur Timur 06''54'24,7" Lintang Selatan dengan elevasi/dpl 37 meter berada di dataran aluvial yang cukup datar dan luas.

Hal tersebut ditandai dengan pemanfaatan lokasi sebagai pemukiman dan persawahan. Kondisi wilayahnya cukup subur dengan didukung adanya Sungai Sombron yang berhulu di Pegunungan Kendeng dan bermuara di Sungai Tanjang Pati.

Arsitektur candi
Dari hasil penelitian atau ekskavasi yang dilakukan, ditemukan dua buah bangunan candi, yakni Candi Induk dan Candi Perwara.

Secara horizontal, dua bangunan itu tampak pada bagian kaki candinya saja. Sementara itu, secara vertikal tidak bisa diketahui dikarenakan bagian tubuh dan atap candi sudah runtuh. Namun begitu, komponen bagian-bagian itu ditemukan saat dilakukan ekskavasi atau penggalian.

Situs pomahan
Bangunan suci seperti candi biasanya punya masyarakat yang menggunakan bangunan itu. Karena itu, Tim Peneliti Balar meyakini bahwa dulu ada sebuah pemukiman atau perkampungan pada zaman Hindu-Buddha di situs tersebut.

Di situs pohaman ini, terdapat jejak peninggalan budaya. Letak Situs Candi Kayen dan Pomahan berada di utara Sungai Sombron yang membatasi kedua situs itu.

Penduduk setempat mengatakan, pomahan diambil dalam bahasa Jawa yang artinya rumah tinggal atau sebuah kampung yang pernah ditempati sekelompok komunitas masyarakat.

Di sini, ditemukan beberapa reruntuhan bata-bata kuno, pecahan tembikar atau gerabah yang diasumsikan sebagai peralatan rumah tangga yang digunakan penduduk pada zaman abad ke-8 hingga 10.

"Pada sawah milik warga setempat, juga ditemukan struktur bata yang masih insact dan insitu dengan orientasi utara-selatan dan timur-barat. Struktur bata itu kami duga sebagai pondasi bangunan. Di sini, kami juga menemukan komponen bangunan seperti bagian dasar kemuncak, bata berpelipit dan bata dengan relief yang indah," kata Rita kepada Direktoripati.com.

Temuan kuno
Banyak sekali temuan-temuan lepas di daerah situs tersebut. Salah satunya, lapik, antefiks candi, bata bertulis dengan relief, umpak, dan bata segi delapan atau limas yang berada di dekat Makam Ki Gede Miyono.

Sejumlah temuan lepas di sekitar situs Kayen, antara lain di bawah ini:
  1. Buli-buli (ditemukan warga sekitar 1980)
  2. Mangkok berbahan keramik
  3. Fragmen guci (sudah dalam bentuk pecahan dan tidak lengkap berbahan keramik)
  4. Darphana (cermin) berbahan perunggu
  5. Lampu minyak berbahan perunggu
  6. Talam (alat rumah tangga dari perunggu)
  7. Arca Siwa Mahakala (tangan kanan memegang senjata bernama Trisula)
  8. Cepuk (wadah keramik)
  9. Piring berbahan keramik
  10. Uang keping berbahan perunggu


Balai Arkeologi Yogyakarta mengklaim, Candi Kayen tersebut merupakan tinggalan budaya pada masa peradaban Hindu-Buddha di Pati berbahan bata.

Hal itu menjadi data baru yang langka untuk kawasan pantai utara Jawa. "Selama ini Kabupaten Pati dikenal dengan aset wisata religi dengan banyaknya peninggalan budaya masa Islam. Dengan temuan ini, menambah aset wisata sejarah peninggalan budaya masa Hindu-Buddha," pungkasnya. (*)

0 Response to "Eksotisme Jejak Peradaban Hindu-Buddha Kuno di Pati"

Post a Comment