Pertarungan Pati Vs Mataram, Cerita yang Dipelintir Belanda

Direktoripati.com - Pertarungan Pati Vs Mataram dinilai Herman Sinung Janutama, seorang peneliti naskah kuno asal Yogyakarta sebagai cerita rekayasa yang dibuat orang Belanda pada masa kolonial. Hal ini disampaikan dalam agenda Maiyahan Suluk Maleman bertema "Mundur ke Masa Depan" di Rumah Adab Mulia Indonesia, Minggu, 20 September 2015.

"Usai Perang Diponegoro, Belanda membuat serat-serat sendiri. Salah satunya naskah Perang Bubat yang mengadu domba Jawa dan Sunda dengan cerita berdarah antara Patih Gajah Mada dengan Raja Sunda Linggabuana pada masa Majapahit dipimpin Hayam Wuruk," ujar Herman.

Pertarungan Pati Vs Mataram, Cerita yang Dipelintir Belanda
Peneliti naskah kuno-sejarah Nusantara Herman Sinung Janutomo (kiri)
Selain itu, peperangan antara Kadipaten Pati yang dipimpin Adipati Wasis Jayakusuma melawan Penguasa Mataram, yaitu Panembahan Senopati Sutowijoyo juga banyak dimasuki cerita-cerita karangan kolonial.

"Diakui atau tidak, Mataram itu keturunan dari Ngerang. Ngerang sendiri dari Pati. Sejarah dan kisah sesungguhnya kemudian dipelintir oleh Belanda," imbuhnya.

Herman mengatakan, selama ini bukti-bukti peperangan antara Pati Vs Mataram tidak pernah ditemukan. "Memang Belanda membuat sejarah Nusantara selalu dipenuhi dengan kisah-kisah durhaka. Misalnya, Sutawijaya digambarkan berani dengan ayahnya, Joko Tingkir alias Raden Hadiwijaya. Raden Patah dibuat berani melawan ayahnya sendiri, yaitu Brawijaya. Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, dan lain sebagainya" tuturnya.

Dalam konteks tersebut, Herman menilai bahwa sejarah Indonesia-Nusantara saat ini sudah diacak-acak bangsa penjajah. Pemelintiran sejarah-sejarah Nusantara itu dilakukan dari Sabang hingga Merauke.

Ironisnya, sejarah itu diajarkan dalam kurikulum kepada pelajar dan generasi bangsa, sehingga nalar budayanya semakin hilang dari benang-benang yang menghubungkan dengan nilai-nilai agung para leluhur Nusantara. Padahal, manusia Nusantara adalah bangsa dengan peradaban paling maju di dunia.

Karena itu, jika manusia Indonesia saat ini ingin meraih masa depan yang gemilang dan mencapai puncak kejayaan, harus berani "mundur ke masa depan". Mundur untuk menemukan jati diri sebagai bangsa besar, adidaya, berteknologi tinggi dan mengenal Tuhannya.

Baca berita sejarah: Inilah Nyai Ageng Ngerang, Tokoh Pati yang Menurunkan Raja-raja Jawa

0 Response to "Pertarungan Pati Vs Mataram, Cerita yang Dipelintir Belanda"

Post a Comment