Pati Undercover, Menyibak Kehidupan Malam di Pati

Pati Undercover, Menyibak Kehidupan Malam di Pati
Pati undercover, menyibak kehidupan malam di Pati. Begitu salah satu judul yang diangkat redaksi Direktoripati.com untuk mengetahui kehidupan malam di Pati, lepas dari kehidupan sehari-hari yang mayoritas penduduknya bekerja di pertanian, perikanan, dan buruh.

Sejumlah pengusaha dan tokoh-tokoh penting asal Pati sebagian besar hidup di negeri rantau. Ini mungkin salah satu alasan Kabupaten Pati dijuluki sebagai kota pensiunan. Banyak orang rantau asal Pati yang kemudian pulang di kampung halaman saat usia tua tiba.

Pati undercover, sebetulnya ingin mengulas seputar sisi lain dari Kota Pati. Namun, kali ini redaksi mengambil sisi lain Kota Pati pada malam hari.

Pati kota seribu karaoke. Ini sisi lain dari Pati yang akan diulas. Ada sebanyak 24 tempat karaoke di Pati yang sudah mengantongi izin. Sementara yang lain masih banyak yang tidak mengantongi izin.

Beberapa karaoke di antaranya, menyajikan pemandu karaoke (PK) dengan gaya pakaian yang seksi. Sesuai tugasnya, PK memandu para pencari hiburan untuk bernyanyi dalam room.

Bir dan minuman beralkohol selalu menjadi teman setia saat menyanyi dalam ruang karaoke. Nyanyi dan minum bir bercampur minuman keras berbagai macam merek menjadi suguhan utama.

Sesekali, pencari hiburan menyanyi dengan memeluk PK dengan mesra. Bahkan, tangan nakal pencari hiburan sampai meraba ke bagian tubuh PK yang paling sensitif. Payudara? Ya!

Untuk bermain dengan PK, pencari hiburan harus keluar dari tempat karaoke dan mencari hotel sesuai dengan keinginan. Soal harga, pencari hiburan bisa negosiasi dengan sang PK.

Di tempat lain di luar karaoke, Lorong Indah (LI), Pasar Hewan Wage serta sejumlah lokalisasi lain yang tersebar di Kabupaten Pati menjadi tempat kencan bagi pencari hiburan. Mungkin cerita itu sudah jamak dan bukan lagi menjadi rahasia.

Di tempat terpisah lainnya, sejumlah pencari ketenangan jiwa spiritual menghabiskan waktu untuk tirakat dan dzikir di berbagai makam tokoh atau waliyullah. Bagi kalangan tertentu, malam hari menjadi wisata religi-spiritual (spiritualism tourism).

Ini beberapa potret kehidupan malam di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ada hitam, ada putih. Ada pencari hiburan, ada pencari Tuhan.

Banyak hal yang diceritakan dari sisi malam di Pati. Salah seorang PK di tempat karaoke mengatakan, mereka rela bekerja di malam hari menemani pencari hiburan, karena banyak alasan.

Satu-satunya yang paling sering diceritakan adalah soal uang. Beberapa PK dan PSK terpaksa bekerja di tengah malam karena himpitan ekonomi. Bahkan, ada yang karena hobi atau lifestyle.

Di tempat karaoke, uang puluhan hingga ratusan juta berputar di tempat-tempat hiburan. Di sini, uang dan soal ekonomi yang berbicara. Beberapa di antaranya, kepuasan, gaya hidup (lifestyle), dan hobi turut mewarnai kehidupan malam di Pati.

Maka, jangan heran ketika jalan-jalan di sekitar Pati pada malam hari, tiba-tiba ada beberapa wanita seksi makan di warung angkringan atau jalan memakai sepeda motor. Ini menjadi bagian dari kehidupan remang-remang di bumi mina tani.

Ini sebagian kecil dari "Pati Undercover" yang belum teraba oleh redaksi Direktoripati.com. Dalam kesempatan lain, redaksi akan menelusuri jejak Pati Undercover pada siang hari yang menyibak dunia plus-plus di Pati. Yang jelas, kehidupan hiburan di Pati juga bisa dijumpai di kota-kota besar lainnya, salah satunya Jakarta.

Baca juga: Ini Tempat Hiburan Karaoke di Kabupaten Pati Jawa Tengah

0 Response to "Pati Undercover, Menyibak Kehidupan Malam di Pati"

Post a Comment