Fakta di Balik Popularitas Batik Bakaran Juwana Pati

Fakta di Balik Popularitas Batik Bakaran Juwana Pati
Batik tulis bakaran Juwana Pati mengalami kenaikan permintaan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, ada fakta di balik popularitas batik bakaran Juwana yang kian meningkat.

Meningkatnya pemesanan batik bakaran Juwana mesti diimbangi dengan tenaga kerja yang mumpuni. Inilah faktanya. Popularitas kian melonjak, tapi tenaga kerja yang menjadi pembatik sejak dulu berasal dari kalangan orang tua, sementara produksinya kian menurun.

Hal ini diakui Titin, pemilik batik Cokro asal Desa Bakaran, Kecamatan Juwana yang mengaku kekurangan tenaga kerja pembatik muda yang produktif.

"Batik tulis bakaran Juwana saat ini memang punya popularitas tersendiri. Bahkan, saya sempat kuwalahan memenuhi permintaan pasar. Sayangnya, profesi sebagai tenaga pembatik saat ini mulai kurang diminati," ujarnya kepada reporter wisata dan budaya Direktoripati.com.

Karena itu, ia berharap agar pemerintah bisa bekerja sama untuk mencetak tenaga pembatik, melalui sekolah-sekolah kejuruan yang ada. "Generasi muda saat ini memang cenderung kurang menyukai dengan profesi menjadi tenaga pembatik. Padahal, batik adalah ikon Nusantara yang bisa menjadi bisnis menjanjikan," katanya.

Ia mengaku, dalam beberapa tahun terakhir, pesanan batik bakaran Juwana Pati di tempatnya mengalami peningkatan, seiring dengan tren pengunaan batik di berbagai kalangan masyarakat yang semakin populer. Tidak hanya dari instansi pemerintah dan swasta, pembeli batik juga banyak berasal dari masyarakat umum.

"Saya akui, permintaan batik bakaran Juwana Pati terus meningkat. Masalahnya, saya kekurangan tenaga pembatik. Lima tenaga kerja pembatik yang kami pekerjakan, semuanya karyawan lama yang berusia di atas 50 tahun. Karena faktor usia, produktivitas tenaga kerja juga ikut menurun," ujarnya.

Kendati sudah membuka lowongan kerja (loker) batik bakaran di Pati, tetapi tidak ada respon. Ia menilai, minimnya minat kalangan muda untuk terjun di dunia batik disebabkan nihilnya peran pendidikan untuk ikut membuka jurusan terkait dengan baik.

”Kami berharap, instansi atau sekolah mau membuka jurusan yang terkait dengan batik. Selain menyangkut soal ekonomi, hal ini juga menyangkut budaya (culture). Batik Tulis Bakaran Juwana Pati sudah menjadi bagian dari tradisi dan budaya orang Jawa, terutama orang Pati," katanya.

Baca juga: Aneh dan Misterius! Batang Pohon Pisang Busuk dan Mati Ini Bisa Berbunga dan Berbuah

0 Response to "Fakta di Balik Popularitas Batik Bakaran Juwana Pati"

Post a Comment