Populasi Tikus sebagai Hama Padi Sulit Dikendalikan

Populasi Tikus sebagai Hama Padi Sulit Dikendalikan
Purworejo, Direktoripati.Com - Populasi tikus sebagai hama padi sulit dikendalikan, sehingga menjadi ancaman serius bagi petani padi di Desa Purworejo, Kecamatan Pati. Pasalnya, populasi tikus sawah sempat menggagalkan panen dalam dua masa tanam terakhir.

Bahkan, petani sempat bingung harus berbuat apa. "Kami tidak tahu harus berbuat apa. Berbagai cara sudah kami lakukan, tetapi populasi tikus tidak berkurang," keluh Jakimen, petani asal Desa Purworejo kepada Koran Muria, Selasa (10/3).

Jakimen mengaku, para petani sudah melakukan metode gobyok, yaitu memburu tikus secara massal dan menutup lubang sawah yang menjadi rumah tikus. Dua-tiga hari sempat hilang, selanjutnya muncul lagi.

"Petani juga sudah memberikan makanan tikus beracun, tetapi hasilnya nihil. Ia lebih suka memilih makan padi, ketimbang makanan racun," ujarnya.

Sampai berita ini turun, petani terpaksa menggunakan aliran listrik untuk mengurangi populasi tikus. "Kami tahu risikonya besar, tetapi kami tidak punya pilihan. Hasil tani merupakan sumber penghidupan kami," tuturnya sembari memupuk bibit padi di tengah-tengah tali listrik.

Bahkan, Jakimen sempat menemukan delapan tikus di mana masing-masing ekor menempel menjadi satu. "Para petani juga sempat kehilangan akal sehat, dan menganggap melonjaknya populasi tikus berkaitan dengan hal gaib," katanya.

Baca berita (news) terhangat: Tarif Dasar Listrik (TDL) Terbaru Ditentukan Kurs Dollar Amerika Serikat, Baca Aturan Mainnya!

Sementara itu, Bagio yang juga petani asal Desa Purworejo berharap agar pemerintah kabupaten bisa ikut berpartisipasi menyelesaikan problem tikus sawah yang populasinya semakin mengancam petani.

"TNI sempat diterjunkan untuk memburu tikus sawah, tetapi populasinya masih saja banyak. Kami berharap Pemkab bisa memberikan solusi untuk para petani," harapnya.

0 Response to "Populasi Tikus sebagai Hama Padi Sulit Dikendalikan"

Post a Comment