Penderita HIV AIDS di Pati Peringkat 3 Jawa Tengah

Penderita HIV AIDS di Pati Peringkat 3 Jawa Tengah
Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pati menduduki peringkat ketiga di Jawa Tengah.

Hal ini disampaikan dr. Wahyu Setianingsih, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, saat memperingati Hari Tuberkulosis sedunia yang diselenggarakan di Aula Bakorwil 1 Pati, Selasa (24/3/2015).

Awalnya, acara ini digelar untuk memperingati Hari Tuberkulosis sedunia. Namun, sejumlah pemateri harus menjawab pertanyaan dari Bupati Pati Haryanto terkait dengan jumlah angka penderita HIV AIDS di Pati saat ini. Dari sini, dr. Wahyu membuka data dan harus mengatakan bahwa Kabupaten Pati masuk peringkat 3 di Jawa Tengah terkait dengan penderita HIV AIDS.

Salah satu penyebab HIV AIDS adalah adanya aktivitas hubungan seksual secara bebas, sehingga berisiko terjadi penularan penyakit yang menyerang sistem imunitas seseorang. Kalau sistem imunitas seseorang sudah dikuasai virus HIV, kata dia, kondisi tersebut dinamakan AIDS yang bisa menyebabkan kematian.

Untuk menghambat penyebaran penyakit HIV/AIDS,  pemerintah, Dinas Kesehatan setempat, dan seluruh elemen masyarakat harus bersinergi untuk mengajak setiap orang untuk mengatakan tidak pada seks bebas. Kalau tidak, hal tersebut akan memperparah penyebaran virus HIV lebih cepat karena penularan yang paling signifkan, melalui kontak sekresi cairan vagina atau alat kelamin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan Direktoripati.Com, tingginya angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pati disebabkan maraknya aktivitas seks bebas di berbagai kalangan. Seorang pria paruh baya misalnya, ia meninggal dalam usia 48 tahun lantaran menderita penyakit HIV/AIDS. Menurut pengakuan dari temannya, pria tersebut acapkali berkunjung di salah satu tempat prostitusi ilegal di Pati.

Baca juga: Permohonan Fogging Nyamuk Demam Berdarah, Dinas Kesehatan Minta Korban Dulu

”Saya sempat melakukan pendataan dan pembinaan dengan penderita HIV/AIDS di Lorong Indah (LI). Mereka mesti dipisahkan dari pekerja seks komersial (PSK) lain yang tidak terkena HIV/AIDS, dan mewajibkan pelanggan untuk menggunakan kondom. Meski demikian, penderita HIV AIDS itu jangan dijauhi, tetapi harus diberikan dukungan secara moral agar punya semangat hidup,” ujar salah seorang mahasiswa keperawatan yang enggan disebut namanya, dan pernah menggelar sosialisasi kesehatan di tempat prostitusi di Pati.

0 Response to "Penderita HIV AIDS di Pati Peringkat 3 Jawa Tengah"

Post a Comment