Pahami Aturan Tarif Dasar Listrik (TDL) Baru

Pahami Aturan Tarif Dasar Listrik (TDL) Baru
Kota, Direktoripati.Com - Tarif dasar listrik (TDL) bakal menyesuaikan nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Untuk itu, warga diminta untuk mulai menyesuaikan dengan aturan tarif listrik baru tersebut.

Hal ini disampaikan Suluh Pujiono, Manajer PT PLN Rayon Pati saat dihubungi Direktoripati.Com, Rabu (11/3). "Ada beberapa faktor yang memengaruhi tarif listrik, yaitu kurs rupiah terhadap dolar AS, inflasi, dan harga rata-rata minyak Indonesia. Untuk itu, warga mesti terbiasa dengan perubahan aturan tarif listrik," ujarnya.

Baca juga: Harga BBM Naik-Turun Tidak Menentu, Warga Sempat Bingung

Meski demikian, aturan tersebut hanya berlaku untuk pelanggan dengan batas daya 1.300 va ke atas. "Untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 450 va dan 900 va masih mendapatkan subsidi pemerintah. Sementara itu, pelanggan yang menggunakan daya 1.300 va ke atas harus mengikuti aturan baru," tutur Suluh.

Dengan begitu, PT PLN rencananya akan membuat aturan baru bagi pengguna tarif listrik bersubsidi. Yaitu adanya surat keterangan kurang mampu dari pemerintah desa.

"Kami banyak menemukan pelanggan yang semestinya menggunakan daya 1.300 va dipaksakan menggunakan daya 450 va dan 900 va, demi mendapatkan listrik bersubsidi," pungkasnya.

Karena itu, lanjutnya, masyarakat yang ingin mendapatkan suplai listrik dengan daya 450 va harus membuat surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa setempat.  "Pemakaian 720 jam nyala masih banyak dari kalangan pengguna 450 va. Ini akan kami antisipasi," kata Suluh.

Di tempat terpisah, aturan tarif listrik baru dikeluhkan para pelaku industri. Pasalnya, nilai rupiah yang terus menurun menyebabkan kenaikan listrik yang berdampak pada naiknya harga produksi.

0 Response to "Pahami Aturan Tarif Dasar Listrik (TDL) Baru"

Post a Comment