Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Tanggapi Keluhan Wong Samin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menanggapi keluhan wong Samin atau dikenal dengan sedulur wong sikep dalam sebuah forum suluk maleman bertema ”Bhinneka Tunggale Ilang: Meruwat Perbedaan, Merawat Nusantara” yang diselenggarakan di Rumah Adab Indonesia Mulia, Jalan Diponegoro Nomor 94 Pati, Sabtu (21/3) malam.

Selain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, seperti Adik Gusdur Lily Wahid, sejarawan Agus Sunyoto, putera kelima KH Maimoen Zubair Abdul Ghofur Maimoen, dan Dosen Unnes Ilyas.

Puluhan peserta dari berbagai kalangan memadati forum, mulai dari mahasiswa, cendekiawan, komunitas lintas agama,  hingga sedulur sikep atau dikenal dengan warga penganut ajaran Samin Surosentiko. Dalam penjelasannya, Lukman mengajak jamaah untuk menyadari bahwa keberagaman merupakan realitas bangsa Indonesia yang tidak terbantahkan.

”Indonesia adalah negeri dengan sejuta keberagaman, mulai dari agama, suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Hal tersebut menjadi bagian dari sunatullah, sebuah realitas yang tak bisa dimungkiri. Oleh karena itu, kesadaran ini harus dipupuk untuk meruwat perbedaan dan merawat Nusantara,” ujarnya di hadapan hadirin.

Ia juga mendapat laporan dan keluhan dari warga sedulur sikep yang merasa hak berkeyakinan dan beragama tidak mendapatkan ruang. Di satu sisi, warga sedulur sikep merasa punya peran dan andil dalam perjuangan melawan penjajahan kolonial Belanda. Di sisi lain, warga sedulur sikep tidak mendapat ruang terkait dengan kebebasan berkeyakinan, pascakemerdekaan.

Komunitas lintas agama juga mengeluhkan, di mana Badan Pusat Statistik (BPS) belum menyediakan kolom untuk agama Kong Hu Cu. Sementara itu, pembangunan vihara di Kudus tak cukup mendapatkan izin, lantaran Kudus dikenal dengan Kota Santri. Berbagai polemik kehidupan beragama tersebut ditumpahkan pada acara Suluk Maleman yang selesai hingga larut malam.

Menanggapi hal tersebut, Lukman mengatakan pihak Kemenag dengan lembaga terkait tengah membuat Rancangan Undang-undang (RUU) yang membahas eksistensi agama lokal, salah satunya sedulur sikep. ”UUD 1945 memiliki amanat bahwa setiap penduduk harus merdeka untuk memeluk dan menjalankan agama. Karena itu, saat ini kami tengah merancang Undang-Undang, salah satunya membahas akomodasi agama lokal,” ujar Lukman.

Di akhir acara, Agus Sunyoto menekankan kepada audien supaya tidak mudah terhasut dengan tindak kekerasan yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan. ”Bhinneka Tunggal Ika harus benar-benar dijaga,” tuturnya.

Baca juga: Dollar Amerika Naik Harga Emas Turun, Pembeli Emas Mengeluh

0 Response to "Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Tanggapi Keluhan Wong Samin"

Post a Comment