Waspada! Masa Depan Generasi Bangsa Ditentukan Kualitas Garam

Kota, Direktoripati.Com - Masa depan generasi bangsa ditentukan banyak faktor, salah satunya kualitas garam.

Sebagai salah satu daerah penghasil garam terbesar, produsen garam di Pati dituntut agar bisa menghasilkan garam berkualitas dengan kadar yodium minimal 30 ppm.

Pasalnya, garam yang tidak beryodium bisa menyebabkan kemunduran kecerdasan pada anak. Pada level tertentu, garam tanpa yodium bisa menghambat pertumbuhan pada anak. Ada seribu satu dampak yang diakibatkan kekurangan zat yodium yang biasa diperoleh dari garam.

Jika ini dibiarkan, masa depan bangsa yang ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) benar-benar mengkhawatirkan. Oleh karena itu, masa depan generasi bangsa mulai dari anak PAUD/TK, SD, SMP, SMA, dan mahasiswa di tingkat perguruan tinggi (university) ditentukan oleh kualitas garam. Waspada!

Demikian hasil pertemuan para produsen garam asal Pati, Jepara dan Rembang bertajuk “Penguatan Fungsi, Peran dan Tanggung Jawab Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium di Kabupaten Pati” yang digelar di Aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pati, Kamis (5/3).

Pertemuan yang dihadiri lebih dari 50 produsen garam tersebut diharapkan dapat meningkatkan mutu produksi garam konsumsi beryodium.

“Produk garam konsumsi di Pati selama ini bisa dikatakan 85 persen bagus. Tapi, belakangan ini banyak ditemukan garam konsumsi yang beredar dan berasal dari Pati, tidak memenuhi standar. Karena itu, kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk meningkatkan kualitas garam, sekaligus memantau produsen-produsen garam nakal yang tidak mau diajak untuk menghasilkan garam konsumsi beryodium minimal 30 ppm,” ujar Kepala Disperindag Riyoso.

Baca juga berita (news) seputar Pati terbaru: Bahaya! Waduk Gunung Rowo Bocor, Warga dan Nelayan Dilarang Dekat Tower

Sementara itu, National Program Officer Micronutrient Initiative (MI) Indonesia Rozy Afrial mengatakan, pihaknya telah mendukung dan telah memberikan bantuan yodium bergulir untuk produsen garam di Pati sejak 2011.

“Kami siap membantu untuk memenuhi kebutuhan produksi garam konsumsi beryodium. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak melakukan yodiumisasi pada garam,” tutur Rozy.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengusaha industri kecil menegah (IKM) garam dari Pati dan satu produsen garam Jepara, Bappeda Disperindag Rembang, tim gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY), Micronutrient Initiative (MI), dan konsultan garam nasional.

0 Response to "Waspada! Masa Depan Generasi Bangsa Ditentukan Kualitas Garam"

Post a Comment