Makam Mbah KH Sahal Mahfudz Dikunjungi Din Syamsuddin

Makam Mbah KH Sahal Mahfudz Dikunjungi Din Syamsuddin
Margoyoso, Direktoripati.Com - Untuk kali ketiga, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin berkunjung ke Kabupaten Pati.

Dalam kunjungannya, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengunjungi makam Mbah Kyai Sahal atau KH Sahal Mahfudz, setelah sebelumnya ceramah dalam Tablig Akbar, sekaligus meresmikan Rumah Sakit Fastabiq Sehat, Minggu (21/3).

Baca juga berita (news) seputar Kota Pati: Awas, Penyakit Tuberkulosis (Tb) Berbahaya Seperti HIV/AIDS, Stop Tb!

”Ini kali ketiga saya berkunjung di Kabupaten Pati, setelah sebelumnya meresmikan BMT Fastabiq dan takziah ke tempat Mbah Sahal Mahfudz,” ujarnya. Dalam sambutannya, Din mengimbau kepada umat Islam untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Islam, lanjut Din, mesti unggul dalam kualitas, kemajuan, dan keunggulan, bukan sekadar kuantitas. Karena itu, setiap umat Islam harus berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan (fastabiqul khairat), kapan saja dan di mana saja.

Menanggapi konflik berbasis keagamaan yang berkecamuk di Indonesia saat ini, Din juga berpesan pada jamaah tablig akbar untuk tidak menyoal masalah perbedaan keyakinan masing-masing umat. ”Sesama umat Islam jangan saling menyalahkan, apalagi mengkafirkan antara umat Islam satu dengan yang lain. Akan tetapi, mesti dipelajari, dalami, dan hayati, serta selalu bersikap baik kepada sesama muslim,” tuturnya.

Terkait dengan pemuda Muhammadiyah di Pati, Din memberikan apresiasi yang tinggi. Pasalnya, bermodal uang Rp 2 juta pada 1990, saat ini sudah memiliki unit usaha, termasuk RS Fastabiq Sehat dengan aset senilai Rp 298 miliar.

Usai ceramah dan peresmian, Din melanjutkan agendanya untuk mengunjungi makam KH Sahal Mahfudz yang berada di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso. Mbah Kyai Sahal sendiri merupakan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebelum Din Syamsuddin, yang tutup usia pada 24 Januari 2014 lalu.

1 Response to "Makam Mbah KH Sahal Mahfudz Dikunjungi Din Syamsuddin"

  1. Sikap teladan Pak Din ,semoga ditiru umat untuk tidak membuat konflik karena perbedaan

    ReplyDelete