Fogging Nyamuk Demam Berdarah, Dinkes Butuh Korban

Fogging Nyamuk Demam Berdarah, Dinkes Butuh Korban
Fogging nyamuk demam berdarah, dinas kesehatan butuh korban yang meninggal karena diserang demam berdarah dengue. Berikut liputan investigasi dari wartawan Direktoripati.Com.

Saat berkunjung ke salah satu desa yang mendapatkan fogging (pengasapan) nyamuk demam berdarah dengue, salah seorang pemerintah desa (pemdes) mengatakan sangat sulit mendapatkan persetujuan dan keputusan dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) terkait dengan permohonan fogging di suatu desa.

Paling tidak, kata dia, harus ada korban yang dinyatakan meninggal karena demam berdarah dengue, baru kemudian pihak Dinas Kesehatan Kabupaten mau memberikan fogging di daerah tersebut. "Kalau tidak begitu, tidak mungkin ada fogging atau pengasapan," ujarnya.

Hal ini tentu memprihatinkan di mana demam berdarah mestinya dicegah untuk mengantisipasi adanya korban, tetapi Dinas Kesehatan setempat justru menghendaki adanya korban terlebih dahulu baru mau memberikan fasilitasi fogging.

Kendati demikian, pihaknya mengaku bahwa fogging bukanlah cara paling efektif untuk memberantas nyamuk penyebab demam berdarah dengue. "Cara yang paling efektif untuk memberantas nyamuk demam berdarah tentu dengan cara 3M, yaitu menguras, menutup dan mengubur," imbuhnya.

Baca juga: Stop Tuberkulosis (Tb), Penyakit Ini Sama Bahaya dengan Kanker dan HIV/AIDS

Cara mencegah demam berdarah
Untuk mengantisipasi adanya korban demam berdarah dengue, sebaiknya jangan andalkan mekanisme fogging atau pengasapan. Pasalnya, cara ini tidak efektif yang hanya memberantas nyamuknya saja.

Sementara itu, jentik-jentik nyamuk masih tetap ada. Oleh karena itu, sebaiknya cegah nyamuk demam berdarah secara preventif, yaitu dengan cara paling populer 3M, menguras, menutup dan mengubur.

Nyamuk demam berdarah biasanya suka dengan air bersih, dengan kondisi terbuka. Oleh karena itu, kurang secara berkala atau tutup bak mandi dan barang-barang yang berpotensi menjadi tempat bagi nyamuk demam berdarah untuk bertelur.

Rapikan semua tempat di rumah. Jangan beri kesempatan nyamuk untuk hidup dengan cara menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tidak ada genangan air yang tetap.

Dengan cara preventif tersebut, kita tak perlu lagi untuk mengajukan permohonan untuk melakukan fogging di Dinas Kesehatan setempat yang mengharuskan adanya korban terlebih dahulu.

Gerakan 3M (menguras, menutup, mengubur) harus serentak di seluruh RT, RW, dan desa. Kalau tidak demikian, tetangga bisa kena imbasnya. Gerakan ini harus dilakukan bersama dan pemerintah desa yang mesti menggalakkan. Terlebih, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan dinas kesehatan mesti sering mengingatkan dan menggalakkan tentang pentingnya mencegah dan menanggulangi nyamuk demam berdarah.

Soalnya, kabarnya, fogging membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sehingga permohonan untuk mendapatkan fogging demam berdarah sangat sulit, harus melalui puskesmas dan menghendaki adanya korban terlebih dahulu. Pencegahan demam berdarah lebih baik daripada pengobatan demam berdarah.

0 Response to "Fogging Nyamuk Demam Berdarah, Dinkes Butuh Korban"

Post a Comment