Pati Kota Ketoprak, The City of Ketoprak

Pati Kota Ketoprak, The City of Ketoprak. Begitu julukan baru Kabupaten Pati Jawa Tengah yang disematkan oleh redaksi Direktoripati.Com melalui sebuah diskusi terbatas di kantor berita, Pati, Kamis (26/2).

Meski wacana ini sudah sangat lama terpikirkan oleh para pegiat, pemuda, dan peminat seni budaya ketoprak Pati, tetapi kami mencoba untuk melakukan reportase khusus mengulas seputar dunia ketoprak di bumi mina tani dan akhirnya membuat keputusan redaksional bahwa Pati adalah sebuah negeri di pesisir Pantai utara Jawa yang menjadi surga kesenian dan budaya ketoprak. Ada sejumlah alasan, kenapa redaksi Direktoripati.Com menyematkan Pati sebagai kota ketoprak.

Pati Kota Ketoprak, The City of Ketoprak
Pertama, ketoprak telah lama menjadi bagian dari hidup orang Pati. Bagian hidup yang dimaksud bukan hanya penghasilan yang menopang eksistensi grup ketoprak, tetapi juga sudah mengakar kuat dalam setiap nafas warga Pati secara menyeluruh.

Acara sunatan, pernikahan (dalam bahasa Pati ngantenan; baca: mantenan), dan peringatan acara hari-hari penting dengan menanggap (mementaskan) ketoprak sudah menjadi bagian dari tradisi warga Pati.

Puncaknya ketika sedekah bumi dan laut. Masing-masing desa punya tradisi di mana ketoprak menjadi bagian dari pementasan seni dan budaya paling populer dan digemari di Kabupaten Pati bertepatan dengan hari sakral di mana pesta syukuran sedekah bumi digelar di masing-masing kampung. Ketoprak sudah menjadi tradisi, adat, dan budaya di bumi mina tani ini. Euforia inilah yang membuat kami secara redaksional membuat julukan "Pati Kota Ketoprak".

Kedua, ketahanan seni ketoprak di tengah hantaman badai modernisasi yang tak berkesudahan. Redaksi kami pernah mencatat, seni ketoprak di Pati dalam perjalanannya hampir hilang ditelan popularitas dangdut koplo yang kian menggejala memasuki setiap ranah kehidupan wong Pati, mulai dari acara sunatan, pernikahan, hingga sedekah bumi.

Bahkan, nanggap dangdut saat ini sudah menjadi tradisi tahunan di daerah Juwana berbarengan dengan pesta rakyat sedekah laut. Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir, kesenian ketoprak di Pati kembali muncul menggeser eksistensi dangdut koplo yang sempat menggejala di bumi mina tani.

Ketiga, pelaku seni ketoprak, baik individu yang berdiri sendiri hingga paguyuban, banyak pentas di luar daerah sehingga makin dikenal, misalnya pentas ketoprak di Semarang, Kudus, Jepara, Blora, Rambang, Grobogan, Demak, dan beberapa daerah lainnya, meski tidak selaris manis di bumi pertiwinya sendiri.

Hal ini menjadi obor tersendiri bagi negeri di sekeliling Pati untuk merawat, melestarikan, menjaga dan nguri-uri ketoprak sebagai salah satu warisan budaya leluhur Jawa-Nusantara masa lampau. Eksistensi ketoprak asal Pati tak hanya dikenal di Jawa Tengah, tetapi juga seantero Indonesia.

Saat ini, ada kurang lebih 35 grup ketoprak di Pati yang masih bertahan dan eksis yang siap melayani hajatan masyarakat untuk "nanggap ketoprak" atau dalam bahasa populer-gaul "konser ketoprak". Salah satunya, ketoprak belong kancil, konyik, Manggolo Budoyo, Cahyo Merdiko, Langen Sekti Budoyo, Wahyu Gumelar, Krido Carito, Siswo Budoyo, Cahyo Mudo, Ronggo Budoyo, Wahyu Budoyo, Langen Marsudi Rini, Wahyu Sri Kencono, Kembang Joyo Mudo, Wahyu Samiaji, Sri Kencono, Bangun Budoyo, Cahyo Mudho, Bangun Budoyo, Kridho Carita, dan masih banyak lagi lainnya.

Grup-grup tersebut berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Pati, seperti Desa Bakaran Juwana, Desa Growong Lor dan Kidul Juwana, Ngagel Dukuhseti, Desa Karang Juwana, Desa Sidomukti Kecamatan Jaken, Tlogowungu, hingga Puncakwangi.

Dari grup ketoprak tersebut, sebagian besar dari Kecamatan Juwana dan sejak awal dari generasi ke generasi, Desa Bakaran Juwana memang dikenal sebagai kampungnya ketoprak di Pati. Boleh dikatakan, Juwana adalah kecamatan di Pati yang menjadi "Indonesia mini" yang menjadi representasi seni budaya ketoprak warisan budaya Nusantara.

Baca juga: Meron, Tradisi Unik Tahunan di Sukolilo Pati

Sebagai "Daily Local News" berbasis online di Pati, media Direktoripati.Com yang semula didirikan untuk mengeksplorasi segala potensi yang ada di Pati, saat ini turut berkontribusi dalam memberikan kabar berita harian seputar kota Pati terkini, sekaligus mendukung setiap hal yang menjadi bagian dari nilai, tradisi dan budaya warga Pati. Untuk itu, kami secara redaksional menyatakan: Pati Kota Ketoprak, The City of Ketoprak!

1 Response to "Pati Kota Ketoprak, The City of Ketoprak"