Kamis Malam Jumat, Pedagang Bunga di Pati Laris Manis

Berita seputar kota Pati, Direktoripati.Com - Kamis malam Jumat, pedagang bunga tradisional di Pati laris manis, Kamis (26/2). Di sejumlah titik seperti Pasar Puri, penjual bunga aneka rupa yang biasa disebut "kembang mboreh" diserbu pembeli.

Entah digunakan untuk apa, setiap kamis pagi hingga kamis sore, pembeli dari berbagai daerah datang untuk membeli aneka kembang, seperti mawar, kenanga, melati, bunga gading, hingga barang-barang berbau mistik dan klenik seperti batu menyan.

Kamis Malam Jumat, Pedagang Bunga di Pati Laris Manis
"Setiap hari laku. Tapi yang paling laku keras dalam mingguan biasanya hari kamis, baik pagi hingga sore dan hari-hari besar lainnya seperti Suro," ujar penjual bunga kembang boreh di Pasar tradisional Puri yang tidak mau disebut namanya, Kamis (26/2).

Satu bungkus bunga dihargai Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu, tergantung sedikit banyaknya jumlah kembang. "Kalau hari Kamis, saya bisa menjual antara 50 hingga seratus bungkus lebih," ujarnya.

Nyekar makam hingga ritual
Menurut pengakuan beberapa pembeli yang sempat diwawancarai Direktoripati.Com, ramainya pembeli bunga di hari Kamis di Pati disebabkan banyaknya aktivitas yang menggunakan bunga, mulai dari nyekar atau tabur bunga di makam hingga untuk keperluan ritual memberi makan pusaka-pusaka bertuah.

Sebut saja Indra (nama samaran) yang membeli kembang telon yang terdiri dari bunga gading, kenanga dan mawar digunakan untuk memberi makan pusaka bertuah. "Setiap makhluk itu makan, baik manusia maupun makhluk gaib. Kalau makhluk halus itu menyerap sarinya, misalnya bunga. Saya memberi makan bukan karena syirik atau menduakan Tuhan, tetapi ia sudah menjadi bagian dari makhluk yang perlu dirawat, karena Allah pula, bukan karena yang lain," tuturnya.

Info terkait: Profil Pasar Puri sebagai Pasar Tradisional Percontohan Terbesar di Pati Jawa Tengah

"Jangan sedikit-sedikit syirik. Letak syirik itu dalam hati manusia, tidak bisa divisualisasi hanya karena bakar menyan atau merawat pusaka dengan bunga. Yang namanya syirik itu kalau hati dan pikiran kita dalam segala hal menduakan dzat yang Maha Kuasa, selain Allah," jawabnya setelah dikonfirmasi wartawan Direktoripati.Com tentang apakah perilaku tersebut menyimpang dari ajaran syariat atau tidak.

0 Response to "Kamis Malam Jumat, Pedagang Bunga di Pati Laris Manis"

Post a Comment