Demam Batu Akik di Pati, Dari Siswa SD hingga Bupati

Demam Batu Akik di Pati, Dari Siswa SD hingga Bupati
Bupati Pati Haryanto lihat batu cincin akik. Foto: Rizal SN/Jateng Pos
Kota, Direktoripati.Com - Demam batu akik di Pati Jawa Tengah mulai menyebar di mana-mana, lintas generasi, tak kenal usia. Sejumlah grup media sosial lokal tak henti-hentinya mendiskusikan, share, dan ngobrol soal batu akik.

Bahkan, M Khoirul Riski, siswa kelas 4 SD Negeri 3 Payang mengaku suka dengan batu akik saat diwawancari Direktorpati.Com. Ia membeli mainan batu akik di sekolahan seharga Rp 3.000. "Harganya ada yang RP 2.000 sampai Rp 5 ribu," ujarnya, Senin (23/2).

Hal ini adalah gejala demam di mana satu orang suka dan bercerita, kemudian menjalar. Demam batu akik menyebar di seluruh penjuru tanah air Indonesia. Tak terkecuali bagi Bupati Pati Haryanto yang juga suka dengan batu akik.

Saat pemeran batu mulia bertema "Pati Visit Expo 2015" berlangsung di halaman Rumah Dinas Bakorwil Pati, 20-23 Februari 2015 kemarin, Bupati Pati Haryanto nampak mencoba menguji keaslian batu akik di sejumlah kios menggunakan lampu senter khusus.

Pameran ekspo batu mulia permata akik yang dihadiri pencinta baku akik di seluruh Indonesia tersebut digelar dalam rangka mengenalkan dan mengedukasi warga Pati dan sekitarnya, termasuk pengunjung dari Kudus, Jepara, Blora, Rembang, Grobogan-Purwodadi, Demak, Semarang, dan Tuban, agar tahu bahwa batu cincin akik adalah kategori batu mulia yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Update news! Baca juga berita terbaru seputar batu akik: 4 Batu Akik Termahal di Indonesia dan Dunia, Kamu Salah Satu Pemiliknya? Cek!

"Selama ini stigma masyarakat menganggap batu cincin akik identik dengan hal-hal mistik, supranatural, dan gaib. Padahal, cincin akik adalah kategori batu permata mulia yang indah dengan nilai ekonomi yang tinggi," ujar Rodli Kurniawan kepada Direktoripati.Com.

0 Response to "Demam Batu Akik di Pati, Dari Siswa SD hingga Bupati"

Post a Comment