Cerita Kota Pati dan Objek Wisatanya

Cerita kota Pati dan objek wisatanya ini mengulas seputar bagaimana cerita, kisah, sejarah dan asal usul Kabupaten Pati Jawa Tengah lengkap dengan informasi tempat wisatanya yang paling terkenal dan sering dikunjungi.

Cerita kota Pati pada mulanya berdiri saat Sultan Hadiwijaya atau yang lebih dikenal dengan Joko Tingkir atau Raden Mas Karebet memberikan hadiah kepada Ki Ageng Penjawi dan Ki Ageng Pemanahan serta Ki Juru Martani berupa hamparan tanah yang membentang luas di sekitar pesisir utara Jawa, setelah berhasil mengalahkan tokoh yang bernama Pangeran Arya Penangsang.

Cerita Kota Pati dan Objek Wisatanya
Menurut cerita sejarah Babad Pati, Ki Ageng Penjawi diberikan tanah yang sekarang namanya Pati. Sementara itu, Ki Ageng Pemanahan dan Ki Juru Mertani diberikan tanah berupa hutan lebat bernama Mentaok yang dalam perjalanannya menjadi negeri Mataram dan saat ini bernama Yogyakarta dan Surakarta atau Solo.

Menurut penjelasan dari tim Bedah Sejarah Pati yang saat ini berkantor di sekitar makam Sunan Makdum Jalan Dr Susanto Pati saat dihubungi Direktoripati.com, pembagian tanah yang luas tersebut dibagi menjadi dua, tetapi surat tanahnya satu yaitu dibawa Ki Ageng Pemanahan.

Setelah muncul tokoh Adipati Wasis Joyokusumo sebagai putera Ki Ageng Penjawi dan Danang Sutowijoyo yang bergelar Panembahan Senopati sebagai anak dari Ki Ageng Pemanahan, sertifikat tanah masih belum dibagi dua. Dari sini, pertikaian terjadi. Perang saudara antara Kadipaten Pati dengan Mataram (sekarang DI Yogyakarta dan Surakarta) terjadi berlarut-larut.

Asal mula nama Pati
Dalam babad sejarah Pati (meski kebenarannya belum bisa dipertanggungjawabkan sejarah fakta ilmiah), kata Pati diambil dari sebuah bahan tepung yang dibuat dari ketela atau singkong. Bahan ini digunakan untuk membuat dawet atau cendol di mana waktu itu sebuah penjual dawet melintas di sebuah wilayah yang baru saja dibuka oleh Raden Kembang Joyo pada sekitar tahun 1250.

"Minuman ini namanya apa, kisanak?" tanya Raden Kembangjoyo. "Ini dawet yang terbuat dari Pati ketela dan santen (baca: santan)," jawab penjual dawet yang namanya Pak Sagolo atau Ki Ageng Sagola.

Dari sini, kemudian wilayah yang baru saja dibuka di desa Kemiri yang dulunya berupa hutan angker diberi nama Kadipaten Pesantenan di mana asal usul namanya diambil dari kata santan. Setelah Kembangjoyo wafat dan diganti oleh anaknya bernama Raden Tombronegoro, maka diganti nama menjadi Kadipaten Pati dengan asal mula nama "pati singkong", bersamaan dengan pindahnya pusat kerajaan dari Desa Kemiri ke Kaborongan.

Daftar julukan kota Pati
Dari berbagai kisah sejarah dan legenda kemudian letak geografis dan seni budaya yang berkembang di dalamnya, kota Pati memiliki banyak julukan, yaitu yang paling terkenal dan membumi adalah Pati Bumi Mina Tani.

Selain itu, Pati memiliki julukan kota pensiunan, kota kacang, kota seribu paranormal (Hogwarts van Java), dan beberapa di antaranya hanya sebagai julukan lelucon atau parodi, misalnya Pati Kota Karaoke. Hal ini tidak lepas dari fenomena sosial yang terjadi di Pati baru-baru ini terkait dengan banyak daftar karaoke yang ada di Pati.

Baca juga: Selamat Datang di Pati Pesantenan Bumi Mina Tani

Mitos dan fakta sejarah
Ada banyak mitos yang berkembang di Pati Jawa Tengah ini. Salah satu cerita dan mitos yang berkembang, antara lain banyak penguasa Yogyakarta yang tidak berani melintas di Pati karena akan kehilangan pangkat, termasuk orang sakti asal Yogyakarta yang lewat Pati maka akan hilang kesaktiannya.

Mitos ini dijelaskan seseorang asal Jogja yang sudah lama tinggal di Rembang. Selain itu, orang-orang Pati banyak ditakuti oleh orang di luar daerah. "Pernah ada perampok yang menodong seorang sopir. Setelah mengetahui bahwa sopir tersebut orang Pati, perampok pun lari tunggang langgang tanpa sebab," ujar salah seorang warga Pati.

Banyaknya dukun, bahkan ketua paranormal di Indonesia juga berasal dari Pati, maka Pati mendapat julukan kota seribu dukun atau Hogwart Van Java. Meski begitu, bukan berarti Pati itu menyeramkan yang tidak untuk dikunjungi mengingat saat ini destinasi wisata di sini berkembang cukup pesat.

Terkait dengan fakta sejarah, leluhur orang Pati merupakan orang generasi terdahulu yang menurunkan raja-raja Jawa, seperti Mataram. Hal ini sesuai dengan catatan sejarah Pati mengatakan bahwa Sunan Ngerang dan Nyai Juminah (Nyai Ageng Ngerang) adalah tokoh leluhur asal Pati yang menurunkan para penguasa Mataram, antara lain Danang Sutawijaya, Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang), Sultan Agung, dan seterusnya.

Objek wisata
Tempat wisata di Pati Jawa Tengah sangat beragam dan mempesona, meski pihak Pemkab sendiri belum maksimal dalam mengelola obyek wisata di Pati. Wisata alam di Pati, ada Waduk Gunung Rowo, Danau Seloromo, Gua Wareh, Goa Pancur, Air Terjun Tadah Hujan, Grenjengan Sewu, Santi dan Air Terjun Widodaren, pantai Banyutowo dan pulau Seprapat yang ada di Juwana.

Baca juga: 10 Tempat Wisata di Pati Jawa Tengah yang Sering Dikunjungi

Sementara itu, wisata sejarah dan religi ada pintu gerbang majapahit, masjid agung Pati, makam Ki Ageng Ngerang dan Nyai Ageng Ngerang, Syeh Jangkung atau Saridin, makam Mbah Ahmad Mutamakkin, dan Mbah Tabek Merto. Ada juga wisata keluarga, seperti Juwana Water Fantasy (JWF) di Bumi Mulyo, Byar Byur Water Park di Desa Winong, dan Sendang Tirta Marta Sani di Desa Tamansari.

Demikian cerita kota Pati lengkap dengan obyek wisatanya yang bisa menjadi destinasi untuk kebutuhan liburan dan travel Anda di pesisir utara Jawa ini. (Ditulis secara eksklusif oleh media online kota Pati paling kredibel dan terpercaya Direktoripati.com).

3 Responses to "Cerita Kota Pati dan Objek Wisatanya"

  1. Malam malam tambah wawasan. Salam dari semarang anak perantauan asli PATI

    ReplyDelete
  2. pati dengan segala pesonanya, sayang belum semuanya dikelola dengan baik. mudah2an kedepan lebih maju lagi

    ReplyDelete