Bupati Tutup Telinga Soal Pabrik Semen, Warga Pati Kembali Demo

Kota, Direktoripati.Com - Warga kecamatan Sukolilo, Tambakromo, dan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pati, Rabu (18/2), setelah 12 Januari 2015 lalu aksi demo di tempat serupa tak mendapatkan respons dari Bupati Pati Haryanto.

Hal ini dianggap warga yang tergabung dalam JMPPK bahwa Bupati tutup telinga dan cuek terhadap tuntutan warga terkait dengan pendirian pabrik semen PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) yang sudah terlanjur mendapat persetujuan dan tanda tangan Bupati Pati Haryanto. Aksi demo yang tak mendapat respons pertengahan Januari lalu, membuat warga gerah dan kembali menggelar unjuk rasa untuk kedua kalinya pada 18 Februari 2015.

Bupati Tutup Telinga Soal Pabrik Semen, Warga Pati Kembali Demo
Warga unjuk rasa di depan kantor Bupati Pati, Rabu (18/2). Foto: Imam Aziezi
Baca juga berita seputar pendirian pabrik semen di Pati: Inilah Surat Resmi Izin Pendirian Pabrik Semen di Sukolilo

"Kami akan berjuang hingga titik darah penghabisan, karena kami peduli dengan lingkungan dan keberlangsungan hidup warga di sekitar Kendeng," ujar Sapari, warga Sukolilo yang tergabung dalam Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK).

"Kami meminta agar Bupati tegas dan mencabut izin lingkungan pendirian pabrik semen di pegunungan Kendeng," tutur Sri Wiyanik, salah seorang pendemo.

Menurut JMPPK, pegunungan Kendeng adalah area yang memiliki tingkat kepadatan penduduk dengan petani sebagai mata pencarian utama mereka. Kalau pabrik semen jadi berdiri, maka bukan hanya dampak lingkungan yang diterima, tetapi juga dampak sosial dari masyarakat petani menjadi buruh industri. "Wilayah pegunungan Kendeng menjadi penyeimbang bagi eksistensi Pulau Jawa," ungkap Sri.

0 Response to "Bupati Tutup Telinga Soal Pabrik Semen, Warga Pati Kembali Demo"

Post a Comment