Batu Akik Jala Sutra, Harta Karun Orang Pati

Batu akik Jala Sutra, harta karung orang Pati. Begitu setidaknya kalimat yang disematkan redaksi Direktoripati.Com menanggapi fenomena unik di Kota Pati terkait dengan dunia akik.

Pasalnya, di tengah demam batu akik di seluruh penjuru tanah air Indonesia, Kabupaten Pati ternyata memiliki harta karun berupa batu-batu akik jenis Jalasutra yang tersimpan di daerah Pegunungan Kendeng (sekitar Sukolilo, Kayen, Tambakromo). Sampai saat ini, daerah dengan penghasilan batu akik terbesar masih dikuasai Aceh.

Batu Akik Jalasutra, Harta Karun Orang Pati
Batu akik Jalasutra khas Pati . Foto: Agus Riyanto/Jateng Pos
Pun, harga batu akik Jala Sutra tidak kalah mahal dengan batu akik jenis lainnya, seperti giok, kalimaya, rubi (merah delima), safir, topas, lavender, atau bahkan jamrud sekalipun.

Dalam bentuk mentahan saja, batu akik Jala Sutra dibanderol dengan harga Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribuan.

Batu akik Jalasutra yang sudah menjadi cincin bagus, harganya antara Rp 500 ribu hingga jutaan rupiah. Wah, bisnis yang menggiurkan sekali, bukan? Inilah kenapa redaksi Direktoripati.Com mengatakan bahwa batu akik Jala Sutra adalah harta karunnya orang Pati.

Baca juga berita seputar akik: Demam Batu Akik di Pati, Mulai dari Anak SD hingga Bupati

Pengrajin batu akik asal Desa Tambaharjo Bambang Winarko mengatakan, ciri-ciri batu akik Jala sutra, antara lain punya tekstur yang lebih lunak, ada guratan-guratan seperti emas, warna batu lebih gelap ketimbang akik lainnya, dan ukuran terbesar segenggam tangan orang dewasa.

0 Response to "Batu Akik Jala Sutra, Harta Karun Orang Pati"

Post a Comment