Wisata Sendang Sani Pati

Wisata Sendang Sani Pati Jawa Tengah memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung, terutama terkait dengan kisah, cerita, sejarah, asal usul, dan misteri yang melingkupi Sendang Tirta Sani.

Sayangnya, wisata sejarah yang menjadi peninggalan Sunan Bonang ini tidak banyak dikunjungi warga dan lebih menyukai wisata rekreasi yang berada di sampingnya, yaitu sejenis water boom dan mainan air untuk keluarga. Padahal, sendang tirta sani sebetulnya adalah semacam kolam air yang dulu pernah disinggahi oleh salah satu walisongo bernama Raden Maulana Makdum Ibrahim yang merupakan putera dari Sunan Ampel dengan Nyi Ageng Manila.

Wisata Sendang Sani Pati

Lalu, ada apa saja di Sendang yang berada di alamat Dukuh Sani, Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, provinsi Jateng ini? Kalau diizinkan juru kunci, pengunjung bisa melihat kura-kura atau bulus yang diyakini jelmaan murid Sunan Bonang saat disabda (baca: dikutuk) karena berlama-lama mandi di sendang.

Menurut berbagai sumber yang kami peroleh, bulus yang asli peninggalan zaman wali sudah meninggal. Sementara itu, kura-kura yang ada sekarang diyakini sebagai keturunan dari yang asli dan ada yang bilang bahwa yang ada sekarang bukanlah asli. Karena itu, apabila penasaran, silakan mengunjungi kompleks Sendang Sani.

Kedua, tongkat peninggalan Sunan Bonang masih disimpan di museum yang terlihat seperti padepokan ini. Kalau beruntung, Anda bisa meminta tolong kepada juru kunci untuk melihat bentuk tongkat sakti yang dulu bisa memancarkan air saat ditancapkan pada tanah.

Juru kunci makam Adipati Pragola yang letaknya berada di atas sendang mengatakan bahwa sampai sekarang tongkat tersebut masih bisa mengeluarkan sumber air saat ditancapkan ke sebidang tanah. Percaya atau tidak? Coba saja berkunjung ke sini.

Ketiga, wisatawan bisa melihat bentuk sendang atau kubangan air yang dulu pernah disinggahi Sunan Bonang ini. Secara kasat mata, sendang ini memiliki diameter sekitar 20 meter atau bahkan lebih di mana di bagian tepi terdapat pohon beringin besar yang terkesan mistis.

Misteri terjadinya Sendang Sani
Menurut sejarah yang dikisahkan secara resmi dari Pemkab Pati, misteri terjadinya Sendang Sani bermula dari suatu cerita pada zaman Walisongo di mana Sunan Bonang akan bepergian mengunjungi Sunan Muria di pegunungan Muria.

Sejarah, asal usul, dan legenda Sendang Sani bermula saat Sang Sunan ditemani oleh dua abdi setianya. Di tengah perjalanan, mereka merasa haus dan panas karena memang perjalanan dari Jawa Timur menuju Gunung Muria sangatlah jauh. Lantas, Beliau meminta salah satu muridnya untuk mencari air segar di pohon rindang yang akan digunakan untuk minum.

Menurut cerita dan legenda yang tersebar dari mulut ke mulut orang Pati, Sunan Bonang juga ingin menjadikan air tersebut untuk wudhu dan mensucikan diri sebelum menunaikan ibadah sholat. Dalam memerintahkan tugas, beliau memberikan bekal kepada muridnya sebuah tongkat sakti yang bisa mengeluarkan air saat ditancapkan di tanah yang ada di bawah pohon rindang sesuai dengan pesan Sunan.

Setelah menemukan tempat sesuai dengan keinginan Sunan, lantas muridnya menancapkan tongkat dan muncul air jernih dan bersih hingga membentuk semacam kolam di mana orang Jawa menyebutnya sendang. Tentu saja bukan semburan lumpur sebagaimana pernah terjadi di Sukolilo, Blora, dan Porong saat mengebor tanah yang terjadi tidak lama ini.

Melihat oase dengan air yang jernih, bening, dan menyegarkan tersebut, abdi sang Sunan tak sabar untuk segera meminum sekaligus mandi di sana. Sementara itu, Sang Guru mencari-cari abdi tersebut karena lama tidak kembali. Menurut cerita tutur tinular warga Pati, tindakan abdi tersebut sangat kurang ajar karena mendahului gurunya sehingga membuat Sunan Bonang murka.

Setelah melihat muridnya sedang asyik mandi ria di sendang, lantas Sang Sunan menegurnya dan disabda menjadi seekor bulus. Sang murid tersebut menangis mendapati tubuhnya menjadi bulus dan oleh Sunan Bonang diminta untuk menjaga sendang. "Aku memberikan nama untuk sendang ini bernama Sani dan suatu saat nanti tempat ini diberi nama Desa Sani," ujar Sunan Bonang.

Bulus Sendang Sani
Wisata sejarah di Sendang Tirta Sani tidak lepas dari sebuah cerita, kisah, legenda, dan mitos seputar bulus yang tak lain adalah penjelmaan dari murid Sunan Bonang yang pernah dikutuk.

Keyakinan ini melekat kuat dalam ingatan orang Pati dan menjadi cerita daerah lokal yang melegenda. Cerita ini bukan sekadar mitos, tetapi diakui sebagai fakta sejarah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Bulus Sendang Sani menurut kabar yang beredar di masyarakat sekitar sudah meninggal dan jasadnya di makamkan di kompleks sendang. Dulu, bentuk bulus sangat besar melebihi separuh badan manusia. Namun, saat ini kura-kura yang ada bukan yang asli, tetapi tetap diyakini sebagai makhluk sakral yang perlu dirawat, dijaga, dan dilestarikan.

Jalan atau arah menuju lokasi tempat Sendang Sani sangat mudah. Kalau Anda dari Stadion Joyokusumo, silakan lurus ke arah utara menuju kecamatan Tlogowungu. Sekitar 2 km dari Stadion Jayakusuma, Anda akan menemukan plang papan bertuliskan Wisata Sendang Tirta Marta Sani pada bagian kiri dan Anda belok saja ke kanan menuju Desa Tamansari. Sekitar 500 meter dari jalan, Anda akan diarahkan oleh penunjuk yang ada.

Sampai saat ini, sendang Sani dikeramatkan dan disakralkan oleh penduduk setempat dan diperingati setiap tahunnya. Biasanya peringatan ini bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw atau acapkali disebut Muludan. Salah satu agenda kegiatan yang pernah dilakukan untuk perayaan Sendang Sani, silakan baca:

Bagaimana? Wisata Sendang Tirta Marta Sani betul-betul memberikan pengalaman berharga, bukan? Terutama mengenai sejarah, asal-asul, cerita, kisah, legenda, misteri hingga mitos yang ada di Pati Bumi Mina Tani, yaitu Sendang Sani.

0 Response to "Wisata Sendang Sani Pati"

Post a Comment