Meluruskan Sejarah Asal Mula Sendang Sani Pati

Sejarah asal mula Sendang Sani di Pati yang menjadi kisah dan cerita rakyat dari generasi ke generasi ini ternyata menyimpan kontroversi. Meski pada dasarnya legendanya sama, tetapi tokoh yang disuguhkan dalam berbagai kisah ternyata berbeda.

Oleh karena itu, hadirnya tulisan ini untuk meluruskan sejarah asal mula Sendang Sani yang berada di alamat Dukuh Sani, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini. Pasalnya, banyak cerita yang sampai diterjemahkan dalam bahasa Inggris bertajuk "Indonesian Foklore about Sendang Sani" yang menceritakan tentang Kanjeng Sunan Kalijaga and his Servants story. Beberapa di antaranya berjudul "The Legend of Sendang Sani" di mana dari segi ketokohannya berbeda dengan cerita resmi versi pemerintah.

Meluruskan Sejarah Asal Mula Sendang Sani Pati
Cerita yang beredar
Menurut kisah yang beredar di media online seperti website dan blog, bahkan Wikipedia sekalipun, tokoh utama dalam cerita Sendang Sani adalah Kanjeng Sunan Kalijaga dengan nama kecil "Raden Said" yang merupakan putera dari Tumenggung Wilatikta.

Meski pada pokok dan alur ceritanya sama, tetapi tokoh sentral dari cerita rakyat Sendang Sani memiliki perbedaan dengan versi resmi milik pemerintah Pati. Hal ini wajar mengingat cerita tutur tinular yang berkembang di masyarakat begitu cepat dan luas tanpa didasari dengan penelusuran jejak sejarah.

Sejarah versi Pemkab Pati
Asal usul kolam sendang Sani menurut versi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) yang terpampang jelas di depan lokasi wisata menjelaskan bahwa tokoh utama dalam cerita Sendang Sani adalah Sunan Bonang, bukan Sunan Kalijaga.

Sunan Bonang sendiri merupakan guru dari Raden Said, sebelum akhirnya mendapatkan julukan Kalijaga dan menjadi penasehat dari Dewan Walisongo, serta para raja-raja Islam di Jawa. Lalu, sejarah mana yang benar?

Mana yang benar?
Menurut Lismanto, peminat kajian sejarah Kabupaten Pati mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan sejarah mana yang benar antara cerita rakyat yang berkembang di masyarakat dan pemerintah.

"Perbedaan cerita dalam sebuah fakta historis memang wajar. Bahkan, hadits yang merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Al Quran juga memiliki banyak periwayatan dan masing-masing punya landasan. Kalau teks otoritatif agama saja menuai perbedaan dalam periwayatannya, apalagi cerita rakyat?" tutur Lismanto memberikan logika pemahaman sejarah.

"Dari kedua versi di atas, kedua tokoh yang berbeda, sama-sama memiliki abdi (servant) atau murid (student). Kedua versi juga bertutur pada kisah yang sama, yaitu berkunjung di kediaman Sunan Muria atau Raden Mas Said. Nah, yang menjadi pertanyaan: tokohnya Sunan Kalijaga atau Sunan Bonang?" tuturnya.

Lismanto melanjutkan penjelasannya, "Sunan Muria itu anak dari Sunan Kalijaga sehingga wajar apabila beliau berkunjung ke rumah puteranya. Sementara itu, kalau Sunan Bonang berkunjung ke Sunan Muria yang merupakan anak dari muridnya sendiri itu berarti ada kepentingan dakwah."

Dari segi hubungan, maka cerita yang paling logis adalah Sunan Kalijaga. Namun, berbeda halnya jika dikaji dari segi geografis. "Kalau Sunan Bonang yang tempatnya dari Jawa Timur menuju Gunung Muria sangat logis dan masuk akal melewati daerah yang sekarang bernama Desa Sani. Sementara itu, Sunan Kalijaga yang tempatnya di Demak kurang masuk akal apabila ke pegunungan Muria melewati Tlogowungu. Sebab, jalan terdekat dari Demak menuju Muria adalah Kudus, bukan Pati yang cenderung muter-muter," imbuh Lismanto menjabarkan logika sejarah.

Lepas dari kontroversi tokoh utama dalam cerita rakyat Sendang Sani Pati tersebut, Lismanto mengimbau bahwa belajar sejarah itu bukan semata-mata memperdebatkan fakta, tetapi mengambil nilai dan hikmah dari suatu kisah sehingga generasi penerus bangsa tidak tercerabut dari budaya yang ada di negerinya.

"Budaya itu penting dan menjadi satu-satunya cara untuk bangkit dari keterpurukan menuju kejayaan karena budaya adalah nilai, falsafah, kepribadian, dan jati diri suatu bangsa. Jika budaya hilang, maka negeri itu akan mati suri," kata Lismanto. Selengkapnya baca: Kupas Tuntas Seputar Cerita dan Wisata Sejarah Sendang Sani

Untuk melihat situasi dan suasana wisata Sendang Sani terkini yang disertai dengan penjelasan sejarah Sendang Sani antara versi cerita rakyat versus Pemkab Pati, simak videonya di bawah:


Sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=RxbIKHM7wYQ

0 Response to "Meluruskan Sejarah Asal Mula Sendang Sani Pati"

Post a Comment