Panduan Wisata Gua Pancur di Kayen Pati

Gua pancur yang merupakan pesona wisata Kayen, Pati, Jawa Tengah menyimpan sejuta daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Meski kondisinya sekarang ini tidak terawat, tetapi guo pancur bisa menjadi salah satu destinasi objek wisata di Pati yang paling menyenangkan.

Pada Minggu (21/12), tim wisata alam jalan-jalan Direktori Pati mencoba untuk mengunjungi gua pancur yang merupakan benda cagar budaya yang dilindungi oleh pemerintah Kabupaten Pati. Sontak, kami berkomentar: "Ini adalah mutiara Kota Pati yang terpendam!" Dikatakan terpendam karena kondisinya mengenaskan, tak terawat, dan terabaikan.

Panduan Wisata Gua Pancur di Kayen Pati

Bahkan, danau di depan goa pancur yang dulu sangat indah sekarang ini ditumbuhi rerumputan dan alang-alang tinggi sehingga menjadi tidak berfungsi. Gazebo yang dulunya dimanfaatkan untuk melihatnya indahnya danau buatan, persawahan di sekitar Jimbaran, serta perbukitan lereng gunung Kendeng, saat ini berubah menjadi tempat nongkrong anak-anak dan muda-mudi.

Begitulah fakta goa pancur sekarang ini. Keelokan dan kecantikan alamnya dimanfaatkan sejumlah kalangan untuk berpacaran ria. Meski demikian, saat ini gua pancur dirawat dan dijaga oleh sekelompok komunitas lokal yang menyebut dirinya "Gasong Community".

Hadirnya komunitas yang mengusung jargon "solidaritas tanpa batas" ini menjadi alternatif non pemerintah dalam merawat, menjaga, dan melestarikan eksistensi gua yang punya kedalaman sekitar 900 meter atau 1 km ini. Baca juga: Cerita Kota Pati dan Obyek Wisatanya

Panduan wisata gua pancur
Foto-foto objek wisata gua pancur jimbaran kayen
Berikut ini tips dan panduan berwisata di goa pancur. Pertama, yang harus kita lakukan adalah persiapan kendaraan apakah kita membawa mobil atau sepeda motor. Yang jelas, jalan menuju lokasi wisata sangat sempit saat memasuki perkampungan Jimbaran.

Meski sempit, tetapi jalan ini cukup bisa untuk memuat satu mobil. Pasalnya, sampai saat ini gua pancur seringkali dijadikan ajang bagi murid-murid dan siswa siswi untuk berwisata menggunakan kereta mini.

Kedua, siapkan bekal makanan dan minuman, serta uang atau biaya pelesiran secukupnya. Kalau tidak mau repot membawa bekal, tenang saja. Di sana, terdapat sejumlah warung yang menyediakan ragam makanan dan minuman, juga ada pedagang asongan keliling seperti bakso pentol, siomay, maupun batagor.

Untuk makan di warung tidak membutuhkan biaya banyak. Rp 25.000 per orang, kami kira lebih dari cukup untuk menyantap ragam makanan dan minuman. Anda juga boleh membawa bekal sendiri kok untuk dimakan di gazebo atau di atas goa.

Lho? Di atas gua ada apa? Tidak apa-apa. Hanya ada bukit dengan pepohonan besar di mana ada beberapa tempat duduk untuk bersantai ria. Mantap sekali, bukan?

Ketiga, persiapkan baju basah, lampu senter, dan peralatan menjelajah lainnya apabila Anda ingin masuk ke dalam perut gua pancur. Untuk memasuki perut gua, Anda harus menghubungi pengelola setempat sehingga Anda akan dipandu hingga di kedalaman yang Anda suka.

Di tengah-tengah kedalaman gua, terdapat sumber mata air hangat yang konon bisa dijadikan media untuk penyembuhan berbagai macam penyakit. Meski tidak terbukti secara klinis-ilmiah, tetapi masyarakat mempercayai khasiat mandi air hangat di gua pancur.

Jangan kaget, karena di dalam perut gua terdapat banyak makhluk yang tidur di siang hari dan berkeliaran di malam hari. Apa itu? Kelelawar! Yaps, betul sekali, Anda mendapat nilai 100.

Jika muncul pertanyaan: berapa biaya wisata di gua pancur? Baik, kami akan mengkalkulasinya. Kami asumsikan Anda dari pusat kota Pati yang jaraknya sekitar 16 km. Untuk pulang pergi menggunakan sepeda motor dengan harga bensin Rp 8500 per liter, kami kira 4 liter sudah lebih dari cukup. Jika memakai mobil, Rp 100.000 sudah bisa untuk PP.

Masuk di lokasi wisata tidak dikenakan biaya retribusi maupun parkir. Yaps, masalahnya Pemerintah Kabupaten tidak melakukan manajemen dan pengelolaan yang baik sehingga terkesan sepertinya bukan obyek wisata. Kami kira itu seputar tips dan panduan wisata di gua pancur Pati.

Ada apa saja di gua pancur?
Di sini, Anda bisa menikmati keindahan alam gua sedalam kurang lebih 1 km apabila Anda ingin menjelajah masuk ke dalamnya. Atau, Anda bisa berfoto selfie ria di depan mulut gua sambil ngobrol.

Di sekitar gua terdapat sejumlah warung yang menyediakan pengunjung saat lapar atau haus. Selain itu, gazebo yang cukup besar bisa dimanfaatkan untuk kongkow atau hang out ria menikmati keindahan alam di sekitar gua pancur.

Nah, jika Anda mau, Anda bisa naik ke atas perbuktian di atas gua. Pada puncak tertinggi, Anda bisa melihat seluruh kota Pati dan laut utara Jawa. Yap, Anda bisa menyaksikan pesona alam Pati dari perbukitan gunung Kendeng. Wow, indah sekali kan?

Stop! Jangan lakukan apabila Anda membawa anak-anak atau bukan untuk kepentingan profesional. Pasalnya, hal ini bisa membahayakan dan bukan menjadi anjuran dari pengelola wisata.

Sebetulnya, kita juga bisa melihat keindahan danau buatan yang bagus. Sayangnya, kini ditumbuhi rerumputan panjang yang rimbun sehingga tidak lagi berfungsi sebagai danau.

Di atap goa menetes air yang tidak ada habisnya. Sejak gua ini ditemukan hingga tahun akhir tahun 2014 dan awal 2015, atap guo yang berupa bebatuan keras ini terus memancarkan butiran-butiran air seperti emben yang kemudian menetes.

Nah, jika Anda ingin sholat atau buang air kecil, sudah disediakan kamar mandi dan mushola. Cukup dengan Rp 2000 saja. Kalau kencing sembarangan bisa berbahaya, loh? Bahaya apanya? Disentil makhluk halus tauk! Hehe. Just kidding.

Selanjutnya, artikel gua pancur ini akan mengulas secara lengkap mengenai sejarah, misteri, cerita, hingga foto dan gambar wisata gua pancur yang terletak di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Pati ini.

Cerita misteri gua pancur
Misteri gua pancur yang dulu dikisahkan orang-orang sejak penulis artikel masih kecil, konon gua pancur memiliki panjang hingga belasan kilometer sampai ke pantai selatan. Sayangnya, misteri yang diceritakan secara getuk tular ini belum dibuktikan kebenarannya secara empiris.

Karena itu, Mister Tukul Jalan-jalan, [Masih] Dunia Lain, dan Misteri Dua Dunia Trans 7 semestinya wajib mengunjungi lokasi wisata untuk mengungkap misteri di balik gua pancur. Anda pasti berkomentar: "Ah, kampungan sekali sih, pake acara ngundang program televisi Dua Dunia Trans 7 segala!"

"Alih-alih mengungkap mitos di balik cerita gua pancur yang berkembang di masyarakat, sekalian numpang promo wisata biar masuk TV dan ditonton seluruh Indonesia. Begitu maksud saya."

Sejarah gua pancur
Sejarah goa yang terletak di Jimbaran, sebuah perkampungan di Kayen, kecamatan yang berada di Pati bagian selatan dan berada di lereng pegunungan Kendheng ini bermula dari penemuan seorang warga bernama Mbah Sarto pada tahun 1932 an.

Wisata gua pancur kayen pati

Suatu ketika, Mbah Sarto mendengar suara percikan air. Setelah ditelusuri, ternyata percikan air berasal dari bukit gunung Kendeng. Berhubung masyarakat sekitar sangat membutuhkan pengairan untuk sawah, akhirnya goa yang ditemukan dilubangi atau dalam bahasa Jawa digancu (dipukuli pakai alat semacam besi tajam keras yang biasa untuk menebang pohon, semacam kapak).

Selanjutnya, Pemkab Pati membuat mulut gua di bagian barat agar pengunjung bisa menikmati keindahannya. Demikian tutur Mbah Sahuri (81), juru kunci gua pancur.

Menurutnya, kematian goa pancur ditandai dengan hadirnya era reformasi pada 1998 di mana sebelumnya banyak pengunjung dan wisatawan yang hadir. Setelahnya, obyek wisata ini menjadi sepi, terbengkalai, dan seperti mati atau dalam bahasa Jawa "ora kerumat".

Saat ini, objek wisata gua pancur dimasukkan ke dalam benda cagar budaya yang dilindungi oleh Pemkab Pati dan barang siapa yang terbukti merusak, ia akan dikenakan pasal tentang denda atau pidana penjara sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Semoga artikel liputan khusus berjudul "A-Z Seputar Wisata Gua pancur di Kayen" ini bisa bisa menggugah Pemkab Pati dan masyarakat luas untuk bisa memberdayakan potensi wisata alam yang ada di Pati bagian selatan lereng gunung Kendeng ini. (Laporan redaksi khusus Wisata Jalan-Jalan DirektoriPati.Com)

Tengok film dokumenter singkat mengenai lokasi Gua Pancur di bawah ini:


Sumber video: http://www.youtube.com/watch?v=E0xgQTtuXic

3 Responses to "Panduan Wisata Gua Pancur di Kayen Pati"

  1. Ternyata ada blogger pati yang sudah mengeksplore tempat-tempat wisata di kota pati. Blogger pati akan berkibar nih kayaknya.

    ReplyDelete
  2. Monggo blog dari gasong community
    guapancur.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Wah, sepertinya Pati Kidul terus yang menjadi sorotan... daerah Utara sepertinya juga terdapat tempat2 yang WOW.. hehe :)

    ReplyDelete