Patung Krisna & Arjuna, Ikon Baru Kota Pati

Patung Krisna dan Arjuna kini hadir di Pati, Jawa Tengah. Patung yang menggambarkan Prabu Dewa Krishna dan Arjuna sebagai salah satu tokoh pandawa lima saat menaiki kereta kencana sekarang bisa dilihat di sekitar Jalan Raya Pati-Kudus, tepatnya di depan SMPN 4 Pati.

Saat ini, Patung Krisna dan Arjuna menjadi ikon baru Kota Pati. Patung yang berdiri di atas keramik sepanjang 15 meter dengan ketinggian 1,5 meter ini menjadi landmark atau maskot Kota Pati yang menambah keindahan taman.

Patung Krisna & Arjuna, Ikon Baru Kota Pati

Meski demikian, sampai saat ini, kedua patung yang diambil dari kisah Mahabharata tersebut eksistensinya masih sebatas sebagai pemanis yang berfungsi untuk mempercantik tata letak kota. Tak ayal, patung berwarna putih yang sangat artistik tersebut sebatas bisa dinikmati warga yang lewat di sepanjang jalan raya Pati-Kudus lantaran tidak ada tempat untuk duduk atau parkir.

Menurut keterangan yang dirilis website resmi Pemkab Pati, patung kereta berkuda tersebut menggambarkan tokoh pewayangan dari Dorowati bernama Prabu Krishna. Menurut Pemkab Pati, patung yang tengah memanah di atas kereta berkuda tak lain adalah Sri Krisna.

Menuai kritik
Hal ini ditepis oleh Lismanto, peminat kajian sejarah Nusantara yang juga pemerhati Kota Pati. Menurutnya, dalam sejarah panjang kisah mahadewa, satu-satunya peristiwa yang menggambarkan dua tokoh dengan orang yang memanah di belakang dan seorang kusir di depan dengan ditarik oleh sejumlah kuda adalah kisah Krisna dan Arjuna saat perang Baratayuda berlangsung antara Pandawa dan Kurawa.

Oleh karena itu, menurut Lismanto, taman kota di Pati yang dilengkapi patung kereta berkuda lebih tepat menggambarkan tokoh Arjuna yang sedang memanah dan Prabu Krisna yang menjadi kusir. "Kalau tokoh sentral patung berkuda di Pati itu Sri Krisna yang sedang memanah, saya kira penggambaran itu tidak tepat dan malah terjadi kecelakaan sejarah," ujarnya saat dihubungi Direktori Pati.

Patung Krisna & Arjuna, Ikon Baru Kota Pati

Lagipula, lanjutnya, proyek pembangunan patung di Pati seharusnya bisa mendeskripsikan sejarah atau asal-usul Kota Pati, bukan malah sejarah pada zaman jauh sebelum itu yang tidak ada hubungannya dengan sejarah mula Kabupaten Pati. "Tokoh yang babat alas menyatukan Paranggaruda dan Carangsoka menjadi kadipaten Pesantenan adalah Raden Kembangjoyo yang bergelar Adipati Jayakusuma (red: Joyokusumo). Selanjutnya, oleh Adipati Tombronegoro yang merupakan anak dari Adipati Joyokusumo, nama pesantenan diganti dengan Kadipaten Pati. Inilah sejarah awal terbentuknya Kabupaten Pati. Kenapa Pemkab Pati tidak membuat monumen atau patung mengenai sejarah Pati saja, malah patung Krisna?" kritik Lismanto.

"Kecuali kalau sekadar untuk mempercantik tata letak kota meskipun tanpa makna bukan masalah. Namun, alangkah baiknya jika patung itu bisa menjadi monumen sejarah Pati sehingga bisa dijadikan maskot, landmark atau ikon Kabupaten Pati yang membanggakan," imbuhnya.

Saat ini, patung Krisna di Pati menjadi salah satu destinasi wisata rekreasi di tengah-tengah kota Pati meski tidak ada fasilitas untuk parkir maupun tempat duduk. Sejumlah warga memanfaatkan patung ini untuk menjadi objek berfoto maupun foto selfie.

0 Response to "Patung Krisna & Arjuna, Ikon Baru Kota Pati"

Post a Comment