Kena Imbas BBM Naik, Pedagang Pasar di Pati Mengeluh

Direktori Pati - Kena imbas BBM naik, pedagang pasar di Pati Mengeluh. Hal ini disampaikan Semi (55), pedagang sayur sore di Pasar Puri Baru, Pati, Jawa Tengah, Selasa (25/11).

"Barang-barang pasar seperti sayur dan ikan tidak naik, mas. Siapa yang mau menaikkan harga sayur dan ikan? Sementara ongkos ke pasar mengalami kenaikan karena BBM naik," ujar Semi yang merupakan warga Kayen, Pati.

Kena Imbas BBM Naik, Pedagang Pasar di Pati Mengeluh
Jarak antara Kayen menuju pasar Puri memang cukup terbilang jauh. Hal ini yang menambah biaya operasional pedagang di pasar. Sementara itu, harga sayuran yang ia jual tidak bisa naik.

Hal serupa juga dirasakan para buruh yang merasakan imbas kenaikan BBM pasca presiden Joko Widodo "Jokowi" menaikkan bahan bakar minyak bensin dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Di satu sisi, gaji buruh tak kunjung naik. Di sisi lain, biaya operasional membutuhkan bensin. Sementara itu, bensin naik sebesar Rp 2.000 per liter.

"Yang naik itu barang-barang toko, Mas. Kalau barang yang dijual di pasar seperti ikan dan sayuran tidak naik," pungkas Semi. Tak ayal, pedagang pasar di Pati mengeluh karena imbas kenaikan BBM.

0 Response to "Kena Imbas BBM Naik, Pedagang Pasar di Pati Mengeluh"

Post a Comment