Yuk, Wisata Sejarah di Pintu Gerbang Majapahit Pati

Yuk, wisata sejarah di Pintu Gerbang Majapahit Pati. Kenapa? Soalnya pintu gerbang Majapahit ini menyimpan nilai sejarah dan seni yang tinggi. Tak ayal, banyak yang mencari misteri, legenda, asal usul dan sejarah pintu gerbang Majapahit.

Pintu gerbang Majapahit di Pati adalah salah satu peninggalan warisan budaya Nusantara berupa pintu jati kuno yang dibuat pada masa kerajaan Majapahit berjaya. Melihat sejarah pintu gerbang majapahit di Pati, pintu gerbang kerajaan yang paling berjaya di Nusantara ini singgah di Kabupaten Pati pada masa walisongo, yakni sekitar abad 15 an.

Terkait dengan sejarah pembuatan pintu gerbang Majapahit yang ada di Kota Pati ini, tentu banyak sejarawan yang memperkirakan bahwa pintu ini dibuat sebelum abad 15, tepatnya sebelum peristiwa pintu gerbang Majapahit dibawa menuju arah Muria yang pada akhirnya hanya sampai di Desa Rendole, Muktiharjo, Pati.
Wisata Sejarah di Pintu Gerbang Majahapit Pati
Foto Pintu Gerbang Majapahit di Pati
Sejarawan mencatat, pintu gerbang Majapahit ini diambil oleh putra Sunan Muria dari Trowulan (dulu menjadi kerajaan Mahapahit) yang letaknya di Jawa Timur. Belum sampai diserahkan kepada ayahnya, yaitu Sunan Muria, pintu gerbang Majapahit terlebih dahulu menjadi ajang perebutan antara Raden Bambang Kebo Nyabrang (putra Sunan Muria) dan Raden Ronggo sehingga pintu gerbang Majapahit akhirnya diletakkan di Rendole, Muktiharjo, Pati.

Lokasi pintu gerbang Majapahit di Pati
Lokasi pintu gerbang Majapahit di Pati terletak tidak jauh dari pusat kota Pati, yakni sekitar 4 km, tepatnya di Desa Rendole, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Lokasi pintu gerbang Majapahit berdekatan dengan Stadion Joyokusumo Pati dan dekat dengan obyek wisata Sendang Tirta Sani Pati. Jika Anda dari Stadion Joyokusumo, jalan menuju arah utara sekitar 100 meter ada pertigaan di mana arah lurus menuju kecamatan Tlogowungu dan obyek wisata Sendang Tirta Sani, sedangkan jika belok kiri (arah kecamatan Gembong) adalah arah lokasi pintu gerbang Majapahit.

Setelah dari pertigaan pertama tersebut (kurang lebih 100 meter dari Stadion Joyokusumo), belok kiri hingga menjumpai SMK Negeri 2 Pati di sebelah kiri dan Anda lurus saja sekitar 400 meter dari SMK Negeri 2 Pati sebelah kanan jalan ada tulisan di pinggir jalan "Pintu Gerbang Majapahit" yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pati.

Jika sudah ketemu dengan papan bertuliskan pintu gerbang Majapahit tersebut, belok saja ke kanan masuk gang kecil sekitar 50 meter. Pintu gerbang Majapahit sendiri sudah bisa terlihat dari pinggir jalan raya, karena antara jalan raya dan lokasi pintu gerbang Majapahit tidak terlalu jauh, yakni sekitar 50 meter. 

Sejarah asal usul legenda pintu gerbang Majapahit
Secara singkat, sejarah asal usul legenda pintu gerbang Majapahit ada di Pati bermula dari sebuah peristiwa di mana Sunan Muria tidak mengakui putranya sendiri yang bernama Raden Bambang Kebo Nyabrang, anak dari perkawinannya dengan Dewi Sapsari, seorang putri yang berjasa menyeberangkan Sunan Muria saat hendak mengunjungi lereng gunung muria.

Sejarah pintu gerbang Majapahit berlanjut, Sunan Muria (Raden Umar Said) yang merupakan putra dari Kanjeng Sunan Kalijaga ini meminta Raden Bambang Kebo Nyabrang untuk membawakan pintu gerbang Majapahit untuknya apabila Kebo Nyabrang mau diakui sebagai anak Sunan Muria.

Kenapa Sunan Muria tidak mengakui Kebo Nyabrang sebagai anaknya? Sebab setelah menikahi Dewi Sapsari dan kemudian hamil, Sunan Muria menyebarkan agama Islam, mendirikan dan mengembangkan padepokan atau pesantren di daerah Muria. Kesibukan menjalankan syiar agama Islam itulah membuat Sunan Muria lama tidak mengunjungi Dewi Sapsari dan putranya hingga putranya sampai dewasa.

Setelah dewasa, Raden Bambang Kebo Nyabrang diminta ibunya untuk menyusul ayahnya di daerah Muria. Dari sini, terlibat obrolan yang agak serius di mana Sunan Muria tidak mau mengakui Kebo Nyabrang sebagai anaknya jika tidak dibawakan pintu gerbang Majapahit.

Dari sini, misteri sejarah asal usul legenda pintu gerbang Majapahit terkuak, yakni Kebo Nyabrang berangkat ke daerah Trowulan (Majapahit) dan berhasil membawa pintu gerbang Majapahit menuju arah Muria. Namun, perjalanan Kebo Nyabrang dalam membawa pintu gerbang Majapahit tidak semulus yang diperkirakan.

Di tempat terpisah, Raden Ronggo yang merupakan murid Sunan Ngerang (Sunan Muria juga merupakan murid Sunan Ngerang) ingin mempersunting putri Sunan Ngerang, yaitu Roro Pujiwat. Ada yang menulis Roro Pujiwat dan juga ada yang menyebut Roro Pujiwati. Namun, Roro Pujiwat mau dipersunting dengan syarat membawakan pintu gerbang Majapahit.

Inilah kisah prahara pintu gerbang Majapahit yang saat ini ada di Pati, yaitu perebutan pintu gerbang Majapahit antara Raden Bambang Kebo Nyabrang (putra Sunan Muria) dan Raden Ronggo (murid Sunan Ngerang). Perebutan pintu gerbang Majapahit yang disertai dengan pertempuran selama kurang lebih 35 hari ini kemudian dilerai oleh Sunan Muria sendiri karena keduanya sama-sama sakti dan tidak ada yang kalah.

Pertempuran terjadi di Desa Rendole di mana sejarah asal usul Desa Rendole diambil dari bahasa Jawa, yaitu "Sak kloron padha bandhole" di mana artinya keduanya sama-sama sakti mandraguna.

Dari peristiwa ini, Kebo Nyabrang akhirnya diakui sebagai anak Sunan Muria dan diminta untuk menjaga pintu gerbang Majapahit. Masyarakat sekitar yakin bahwa sampai saat ini pintu gerbang Majapahit di Pati ini masih bersemayam Raden Bambang Kebo Nyabrang yang tak lain adalah Sunan Muria atau cucu Kanjeng Sunan Kalijaga.

Demikian sejarah asal usul legenda pintu gerbang Majapahit di mana pintu gerbang ini merupakan pintu kerajaan paling besar dan berjaya di Nusantara ini sehingga harus dirawat karena menjadi bagian dari warisan budaya Nusantara yang tidak ternilai harganya.

Tak salah lagi, pintu gerbang Majapahit menjadi wisata sejarah yang paling direkomendasikan di Pati. Berbicara soal pintu gerbang Majapahit, kita akan disuguhkan sebuah seni peradaban yang tinggi, sejarah Nusantara yang kisahnya perlu menjadi teladan.

Tepat di depan pintu gerbang Majapahit ada bendera merah putih yang menjadi simbol dan lambang bahwa pintu gerbang Majapahit adalah warisan budaya Nusantara yang perlu dijaga. Pintu kerajaan yang pernah menjadi pusat peradaban Nusantara mulai dari Raden Wijaya hingga Prabu Brawijaya 5. Majapahit sendiri mengalami kejatuhan setelah kerajaan Islam berdiri di Demak yang didirikan oleh Raden Pati dengan dukungan para walisongo.

Setelah mengetahui misteri, sejarah, asal-usul, legenda pintu gerbang Majapahit yang ada di Pati, sekarang saatnya kita mengunjungi, merawat bersama dan meneladani kisah sejarah pintu gerbang Majapahit. Yuk, wisata sejarah di Pintu Gerbang Majapahit Pati! (Ditulis oleh tim wisata sejarah Direktori Pati)

Untuk melihat suasana pintu gerbang majapahit, silakan simak video dokumenter di bawah ini yang mengulas seputar sejarah, kisah, cerita, dan legendanya:


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=Oi_7sbrQ3Lc

0 Response to "Yuk, Wisata Sejarah di Pintu Gerbang Majapahit Pati"

Post a Comment