Berburu Sepeda Bekas di Perpesda Pati

Satu lagi jenis pasar yang hampir tak terjamah oleh masyarakat Pati sendiri, yaitu pasar khusus sepeda bekas yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Sepeda (Perpesda) Pati. Pasar sepeda bekas ini tergolong kecil dengan lokasi yang agak kuno, unik, klasik, dan seperti Pati tempo dulu. Perpesda juga menyebut dirinya dengan Persatuan Pedagang Sepeda Veteran (PPSV).

Perpesda beralamat di Jalan Terminal Sleko Pati, tepatnya berada di depan SMK Bani Muslim Pati, berada tepat di samping Terminal Pati, serta berada di kawasan penjual ban dan peralatan kendaraan bermotor di Sleko. Jika Anda membutuhkan sepeda bekas, tak ada salahnya berkunjung ke tempat ini. Lagipula, meskipun bekas, ragam sepeda yang ditawarkan masih nampak bagus dan seperti baru.

Perpesda Pati

Apa saja yang ditawarkan di Perpesda Pati? Anda bisa berburu segala jenis sepeda di sini, mulai dari sepeda kuno hingga sepeda modern, misalnya saja sepeda onthel RRT atau phoenix. Orang Pati sendiri menyebutnya "sepeda jengki" atau "pit jengki". Selain itu, berbagai jenis sepeda bisa ditemukan di sini, di antaranya sepeda anak-anak balita, sepeda anak-anak SD, SMP, SMA, hingga sepeda untuk dewasa.

Bagi yang memiliki hobi dengan sepeda tua yang unik seperti sepeda onta atau orang Pati menyebutnya "pit ontho" bisa juga bertandang ke pasar sepeda bekas Perpesda. Adapun harga yang ditawarkan di Perpesda berkisar antara separuh harga atau 50 persen hingga 70 persen dari harga sepeda baru. Besarnya selisih harga tergantung pada kualitas sepeda yang ditawarkan.

Lagipula, Anda bisa menawar harga di pasar ini. Jadi, kejelian dalam memilih sepeda dan harga juga menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli sepeda. Tak salah lagi, di tengah pesatnya toko sepeda yang membanjiri hampir di setiap tempat di Kota Pati, Perpesda bisa menjadi tempat alternatif untuk berburu sepeda bekas di Kota Pati. Menarik, bukan?

1 Response to "Berburu Sepeda Bekas di Perpesda Pati"

  1. Lapaknya buka hari apa dan jam berapa? Pas saya ke sana sore kok sepi?

    ReplyDelete