Petis Goreng, Makanan Khas Kota Pati

Satu makanan kuliner khas Kota Pati yang tidak banyak diketahui publik. Adalah petis goreng, salah satu warisan kuliner kekayaan leluhur Nusantara, khususnya Pati, yang hampir sejarahnya tidak tertuliskan oleh siapa pun. Warga Pati yang tahu sendiri, lebih suka melahap ketimbang menulis, mempublikasikan, atau sekadar bertutur kepada orang di negeri lain.

Nasibnya sama dengan petis runting. Dulu makanan ini sama sekali tidak banyak diketahui publik, setelah beberapa media meliput dan mengeksposnya, baru petis muncul ke permukaan dan kemudian tampil sebagai makanan khas Kota Pati berdampingan dengan Nasi Gandul dan Soto Kemiri, dua jenis makanan khas Kota Pati yang terlebih dahulu dikenal publik.

Petis runting sendiri pada mulanya tidak banyak yang tahu. Bahkan, sesama warga Pati tidak banyak yang tahu. Kalau bisa digambarkan, petis runting dulu hanya diketahui orang-orang yang berada di daerah Alugoro pada bagian selatan, Tlogowungu pada bagian barat, Wedarijaksa dan beberapa di antaranya Trangkil di bagian utara dan Desa Pondohan pada bagian timur. Kalau dikalkulasi dalam hitungan prosentase, hanya 30 persen warga Pati tahu jenis makanan khas Kota Pati ini. Berawal dari sini, penting kiranya untuk mengulas petis goreng sebagai salah satu makanan khas Kota Pati berdampingan dengan kuliner khas Pati lainnya, seperti Nasi Gandul, Soto Kemiri, dan Petis Runting.

Petis goreng, makanan khas Pati

Petis goreng sama dengan petis runting. Hanya saja, terdapat beberapa perbedaan dari segi bahan serta bentuk, termasuk bau dan rasa. Soal rasa tidak banyak perbedaan, yaitu sama-sama asin bercampur gurih dan sedikit manis jika ada penambahan kecap atau gula merah.

Petis goreng terbuat dari tepung beras kasar yang disangrai hingga berbau khas dan berwarna kecoklatan. Tepung ini tidak dibuat dengan cara digiling menggunakan mesin, tetapi ditumbuk secara manual hingga hasilnya berbentuk tepung beras yang tidak seratus persen halus tetapi masih terasa kasar. Setelah itu direbus dan dicampur dengan bumbu-bumbu rempah, seperti bawang putih, brambang atau bawang merah, lombok atau cabe, laos, daun salam, beberapa merica dan jinten, serta garam dan penyedap rasa.

Nah, setelah direbus, hasil rebusan dituang dalam mangkuk dan didiamkan beberapa menit hingga berbentuk padat. Ini yang membedakan antara petis runting dan petis goreng. Bahannya sama, tetapi berbeda bentuk. Petis runting berbentuk cair agak kental yang biasa disantap bersama sate, sedangkan petis goreng berbentuk padat kenyal. Perbedaan lainnya, petis goreng tidak menggunakan daging kambing atau balungan kambing, sedangkan petis runting kenikmatannya justru terletak pada daging kambing atau balungan kambing.

Setelah berbentuk padat, petis ini kemudian digoreng sebelum disantap. Oleh karena itu, makanan tradisional asal Pati ini dinamakan petis goreng. Petis goreng biasa disantap dengan nasi atau sendirian. Kalau di Pati istilah memakan tanpa dicampur dengan nasi disebut dengan “nggado” untuk kata aktif atau “digado” untuk kata pasif. Rasanya asin, gurih, dan berbau sedap khas rempah-rempah seperti bawang merah dan bawang putih. Kadangkala kita juga menjumpai potongan cabe yang terselip di dalam padatan petis goreng.

Petis goreng sekarang ini tidak banyak dijumpai di Pati sendiri sekalipun. Jika ingin mencicipi gurihnya petis goreng khas Pati, kita bisa berkunjung ke Pasar Runting yang berlokasi di Desa Runting. Di sejumlah desa juga kadangkala bisa ditemui nenek-nenek yang menjajakan petis goreng, tetapi tidak banyak. Petis goreng juga dikenal dengan istilah Petis Ora Nduk.

Petis ora nduk diambil dari kata ora yang berarti "tidak" dan nduk yang berarti "nak" yang menunjuk pada panggilan untuk anak perempuan. Biasanya petis ora nduk dijual oleh nenek-nenek dan sebelum dimakan oleh pembelinya, petis ora nduk biasa digoreng terlebih dahulu. Setelah digoreng, petis ora nduk baru dimakan atau dijadikan sebagai lauk tambahan bersama lauk pokok lainnya. Tanpa digoreng pun, petis ora nduk bisa sudah bisa dimakan.

Perbedaan petis goreng dan petis runting di mana keduanya adalah sama-sama makanan yang berasal dari Kota Pati. Klik pada kedua gambar untuk membedakan antara makanan khas Kota Pati. Sebelah kiri adalah Petis Runting dan sebelah kanan adalah petis ora nduk yang apabila digoreng menjadi petis goreng.


Petis goreng ora nduk
Petis runting


0 Response to "Petis Goreng, Makanan Khas Kota Pati"

Post a Comment