Bakso Khas Pati

Bakso Khas Pati
Saat kita menjelajah kuliner dari satu daerah ke daerah lain, kita akan disuguhi menu khas daerah yang berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Meskipun bahan dan namanya sama, tetapi daerah biasanya menentukan perbedaan dari kuliner tersebut. Tak terkecuali dengan bakso, meski namanya sama, tetapi bakso di daerah satu dengan daerah lainnya berbeda. Lalu, apa yang membedakan antara bakso dari Pati, Jawa Tengah dengan bakso-bakso dari kota lain?

Untuk mengetahui perbedaan antara bakso di Pati dengan bakso di sejumlah kota lain, tim Direktoripati.blogspot.com menggelar ekspedisi atau lebih tepatnya wisata kuliner ke sejumlah daerah untuk memperbandingkan antara bakso khas Pati dengan bakso khas daerah lainnya. Daerah sasarannya, antara lain Kudus, Demak, Semarang, Malang, dan Bandung. Mari kita bahas bakso Pati terlebih dahulu sebelum kita bedah satu per satu bakso di kota lain.

Semua bakso di Kota Pati yang dijajakan di berbagai warung, kita akan menjumpai sajian bakso yang lebih lengkap daripada bakso di kota lain. Apa itu? Jika kita makan bakso di Pati, kita akan menjumpai ragam sayuran yang wajib ada dalam bakso, yaitu kol atau kubis, sawi, dan seledri. Adapun mie nya sama, yaitu mie kuning dan bihun.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa yang membedakan bakso di Pati dengan bakso di kota lain terletak pada sayurannya. Lantas, bagaimana dengan bakso di Kota lain? Di Demak dan Semarang, kedua kota ini sama dalam hal resep bakso, yaitu sayur yang ada di bakso cuma ada sawi. Sementara di Kudus, hampir sama dengan bakso di Pati. Yang membedakan adalah rata-rata warung bakso di Kudus menyediakan kecap yang rasanya manis seperti gula merah. Salah satu tim Direktori Pati sendiri sempat tertipu karena memberikan banyak kecap ke bakso, tetapi warna bakso masih bening. Lalu, dikasih kecap lagi hingga berwarna kecoklatan. Tara.. Ternyata rasa bakso menjadi es campur bakso yang rasanya manis betul.

Hal ini jelas berbeda dengan kebiasaan orang Pati di mana kecapnya biasanya berwarna hitam dan rasanya netral dengan sedikit manis sehingga cukup beberapa sendok teh sudah terasa hitamnya pada kuah. Kultur dan tradisi masyarakat juga mempengaruhi menu kuliner yang disajikan, tak terkecuali bakso. Saat tim Direktori Pati ke salah satu warung di Kudus, ternyata bakso yang disajikan mendapatkan tambahan sawi dan kol, tetapi tidak ada seledri sebagaimana di Pati.

Nah, bagaimana dengan bakso di Malang? Bakso malang sendiri identik dengan ragam bakso, tahu, bakwan, dan berbagai jenis bakso lainnya. Ciri khas bakso asal Malang tidak menggunakan mie kuning, apalagi bihun. Bakso malang tidak menggunakan keduanya. Kalau pun terpaksa ada, biasanya hanya mie kuning, tidak dengan bihun. Mengenai sayur, bakso malang cukup menggunakan irisan seledri saja atau sedikit tambahan sawi yang dirajang kecil-kecil.

Lain halnya dengan bakso khas Bandung, ia tidak menggunakan kol/kubis atau seledri, tetapi menggunakan tauge atau kecambah. Meskipun begitu, rasanya tetap enak. Campuran bakso, tauge, sedikit mie kuning dan bihun, serta sejumput rajangan sawi yang sangat kecil membuat cita rasa bakso khas Bandung yang menggugah selera.

Sementara itu, bakso khas Kota Pati menggunakan campuran bakso daging sapi, mi kuning, bihun, seledri, sawi, dan kol atau kubis dengan sedikit taburan bawang merah goreng di atasnya. Lengkap sekali, bukan?

Bakso di Pati saat ini dipatok dengan kisaran harga antara Rp 6.000 hingga Rp 7.000. Harga tersebut per tahun 2014 di mana bahan bakar minyak (BBM) harganya Rp 6.500 per liter. Saat BBM Rp 4.500 per liter, harga bakso di Pati masih Rp 5.000 dan mi ayam biasanya dipatok Rp 4.000. Meskipun demikian, harga bakso di Pati juga berbeda dari satu warung bakso ke warung bakso lainnya. Ada yang mematok harga Rp 10.000 per porsi, tetapi dengan suguhan dua bakso tenis besar yang di dalamnya berisi daging penuh. Artinya, ada harga ada kualitas yang diberikan. Orang Pati menyebutnya: "Ono rego, ono rupo."

Resep membuat bakso Pati

Agar lebih mudah, berikut disajikan resep membuat bakso Pati. Pertama, siapkan bakso yang dibuat dari campuran daging sapi giling, tepung terigu, dan sedikit tepung tapioka dengan bumbu bawang putih. Kedua, siapkan kuah bakso yang tentu lebih enak jika kuahnya adalah kaldu sapi dengan ulekan bawang putih dan sejumlah bumbu lain seperti bawang merah. Ketiga, siapkan bahan tambahan seperti mie kuning, bihun, kol, sawi, seledri, bawang goreng, saus, kecap, sambal cabe, garam, dan penyedap rasa.

Langkah selanjutnya adalah langkah-langkah membuat resep bakso Pati. Pertama, rebus bakso dalam kuah kaldu sapi. Kedua, rebus sebentar saja mi kuning dan bihun atau cukup di panaskan dalam air panas, tujuannya adalah biar lunak dan matang. Selanjutnya, letakkan mie kuning dan bihun ke dalam mangkuk. Ketiga, masukkan rajangan sawi, kol, dan seledri ke dalam mangkuk di atas mi dan bihun. Keempat, siram menggunakan kuah kaldu sapi yang sudah diberi garam dan penyedap rasa serta bakso. Kelima, tambahkan kecap, saus tomat, dan sambal lombok kalau suka. Untuk membuat resep bakso pati, mudah sekali bukan? Lebih afdhalnya, kunjungi warung bakso paling enak di Pati dan tanya resep bakso pati dan bagaimana cara membuat bakso pati.

Yang jelas, setelah melakukan sejumlah perbandingan, bakso khas Pati menawarkan sajian bakso yang lebih lengkap dengan rasa yang siap menggoyangkan lidah dan tentu dengan harga yang lebih terjangkau. "Kol, seledri, taburan bawang goreng, dan harga yang terjangkau adalah poin utama yang membedakan bakso ala Kota Pati dengan bakso di kota lain," ujar salah satu reporter Direktori Pati saat melakukan liputan wisata kuliner bertema Bakso Khas Pati. Hmmm, yummi! Selamat menikmati.

0 Response to "Bakso Khas Pati"

Post a Comment